Tim ZI Study Banding ke Kemenag Kota Yogyakarta

Klaten – Kantor Kementerian Agama Kabupaten termasuk dalam tiga belas satker di Jawa Tengah yang ditunjuk menjadi salah satu satker calon pilot project WBK tahun 2021, untuk itulah Kemenag Klaten mengadakan kunjungan kerja (Study Banding) ke Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Senin, (25/1).

“Maksud dan tujuan Kunjungan Tim Pembanguan Zona Integritas Kemenag Klaten, selain bersilaturrahmi juga terkait dengan Pembangunan Zona Integritas di Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta yang Tahun 2018 telah mendapat penghargaan WBK (Wilayah Bebas Korupsi),” kata Kasubbag TU Kemenag Klaten, Sudarsana, selaku ketua tim study banding.

“Komitmen Kemenag Klaten ingin selalu meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, kedatangan kami kesini adalah ingin belajar ngangsu kawruh bersama Kemenag Kota Yogyakarta ini terkait ZI,” tandas Sudarsana.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa Kemenag Kota Yogyakarta telah lebih dulu mendapatkan penilaian ZI dari Menpan RB. “ami berharap Kemenag Kota Yogyakarta memberikan jurus-jurus dan pengalamanya dalam membangun ZI/RB,” katanya.

Dengan tim pokja ZI yang solid diharapkan dapat meraih apa yang diharapkan. “Untuk menuju WBK (Wilayah Bebas Korupsi) perlu adanya sinergitas bersama, kuatnya komitmen bersama semua akan terwujud dalam rangka Pembangunan Zona Integritas,” jelas Sudarsana.

“Kemenag Klaten mendapatkan penilaian yang sudah cukup baik dari tim penilai internal, namun masih banyak sekali yang harus dilengkapi. Tekad kami bersama-sama  dengan seluruh komponen untuk bisa selalu lebih baik, untuk tidak menyerah dan selalu berusaha semaksimal mungkin mewujudkan ZI di Kemenag Klaten,” ungkapnya.

Selanjutnya Kasubbag TU Kemenag Kota Yogyakarta, Noor Imanah menuturkan, bahwa zona integritas butuh komitmen dari semua pihak. Tidak hanya pimpinan saja, tapi semua jajaran harus terlibat. “Evidence harus lengkap dan semua pihak terlibat. Karena itu sangat penting mengedukasi seluruh satker untuk menerapkan hal ini, tim harus tetap solid,” terang Noor.

“Selain itu harus selalu berinovasi untuk menyederhanakan layanan, dan program yang bertujuan untuk membangun citra Kemenag yang harus terus dipublikasikan melalui media massa, website dan media sosial,” imbuhnya.(sa_aj/Sua)