Penutupan PDWK Pelatihan Pembelajaran Tematik RA di Wilayah Kerja

Salatiga — Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga menyampaikan materi revolusi mental pada Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK) Pelatihan Pembelajaran Tematik Raodhotul Ahtfal (RA) di Wilayah Kerja Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga, yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, Sabtu (27/2) di Aula RA Ma’arif Pulutan Salatiga diikuti 40 orang peserta dari 32 Raudhatul Athfal (RA) se kota Salatiga.

Selain mengisi materi Kasi Pendidikan Madrasah, H. Muhammad Miftah sekaligus menutup kegiatan tersebut. Dalam sambutannya dia memberikan motivasi kepada guru RA  yang mempunyai tugas dan tanggungjawab yang berat sebagai penghancur kegelapan, ibarat pelita yang memberi penerangan di dalam kegelapan. Namun tugas yang diemban sangatlah mulia, yakni memanusiakan manusia menjadikan anak didiknya manusia yang cerdas dan berakhlaqul karimah. Ia memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada peserta PDWK yang telah mengikuti kegiatan PDWK sampai dengan selesai dan ini merupakan kesempatan yang berharga.

“Melalui PDWK ini diharapkan potensi pegawai di lingkungan Kemenag kota Salatiga dapa ditingkatkan kemampuan dan kompetensinya secara profesional agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengembangkan mutu dan prestasi kerja pada satuan kerja/unit kerja masing-masing sehingga dapat mewujudkan madrasah hebat bermartabat,” katanya.

“Melalui Nilai-nilai dasar Kementerian Agama lewat Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yakni Integritas , Etos Kerja dan Gotong royong maka Diharapkan dengan adanya revolusi mental bagi ASN Kementerian Agama memiliki karakter birorat yang melayani dan berjiwa nasionalisme,” imbuhnya.

Sebelumnya Kasi Balai Diklat BDK Semarang mewakili Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang, Siti Nur Maunah melaporkan kegiatan yang berlangsung selama enam (6) hari, dimulai sejak tanggal 22 s.d 27 Februari 2021 telah berjalan sesuai tujuan pembelajaran. Antusiasme peserta menjadikan proses pembelajaran yang mampu dilewati peserta hampir tanpa kendala. Harapannya agar peserta dapat menunjukkan hasil pembelajarannya dan mengaplikasikannya dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah,” pungkas Siti. (Khusnul/Fitri/Suaraa)