Persiapan Penilaian ZI Kemenag Klaten, Balitbang Lakukan Kunjungan Fisik

Klaten – Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan (Balitbang) Kemenag RI kunjungi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, melakukan koordinasi kunjungan fisik dalam rangka servei ZI menuju WBK bertempat di lantai 2 Aula Koppenda Kemenag Klaten, Rabu, (17/2).

Kakankemenag Klaten, Anif Solikhin mengatakan, kedatangan dari Balitbang bisa semakin memotivasi sekaligus memberikan pengarahan terkait survei ZI untuk menghadapi penilaian Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di lingkungan Kemenag Klaten dari Kemenpan RB.

“Ini sebagai pendampingan dari intern Kemenag RI dalam rangka melakukan survei mandiri terkait pelayanan yang dilakukan Kemenag Klaten,” ucap Anif.

Kakankemenag menyampaikan bahwa Balitbang menilai sejauh mana progres persiapan Kemenag Klaten dalam mengikuti Penilaian Zona Integritas menuju wilayah bebas dari korupsi oleh tim Kemenpan RB nantinya terkait dengan survei layanan publik.

Hal senada disampaikan Retno Kartini dari Balitbang. “Kami akan terus memantau dan melakukan kunjungan fisik terkait dengan pelayanan publik, melihat secara langsung kondisi yang ada sebelum maju ke Kemenpan RB,” ucap Retno.

Kemenag Klaten menjadi salah satu calon satker pilot project penilaian ZI menuju WBK tahun 2021, untuk itulah mari bersama-sama membenahi kekurangan yang ada terkait dengan pelayanan pada masyarakat. “Hasil survei dari Balitbang bahwa adanya responden yang menilai bahwa sarana prasana pelayanan publik yang masih perlu mendapatkan perhatian khusus, dan masih ada waktu untuk melakukan perbaikan dan penambahan,” tandasnya.

“Survei ini sebagai hasil penilaian awal dalam menghadapi survei sebenarnya yang dilakukan Kemenpan RB, meskipun nilai standart minimal bisa terpenuhi, tetapi agar terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Terkait hasil persepsi korupsi, Kemenag Klaten mendapatkan nilai yang sangat bagus dan nyaris sempurna. Ini menunjukkan bahwa layanan masyarakat tidak ada pungutan-pungutan yang mengarah terhadap gratifikasi, ini harus terus dipertahankan nilainya, harap Retno.

“Untuk itulah kerja keras bukan hanya pada tim ZI, tetapi seluruh komponen di Kemenag Klaten mempunyai komitmen bersama-sama untuk mewujudkan WBK,” imbuhnya.(aj/Sua)