Kakankemenag Hadiri Tasyakuran dan Doa Bersama Salatiga Kota Tertoleran

Kakankemenag kota Salatiga, Taufiqur Rahman menghadiri Tasyakuran Salatiga sebagai Kota Tertoleran se-Indonesia Tahun 2020 dan Doa Bersama untuk Keselamatan Kota Salatiga di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (08/03). Hadir dalam acara, Walikota Salatiga, H. Yuliyanto, Wakil Walikota H. M. Harris, Ketua DPRD, Kepala OPD, Kapolres, Dandim, Korem, dan Rektor IAIN. Selain itu, pengurus FKUB, tokoh agama dan tokoh masyarakat turut hadir memanjatkan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas pencapaian Kota Salatiga sebagai Kota Tertoleran.

Dalam sambutannya, Wali Kota Salatiga H. Yuliyanto menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas karuniaNya sehingga kerja keras dan buah upaya semua lapisan masyarakat dengan keragaman agama, suku, dan etnis ini menghantarkan Salatiga mendapat peringkat pertama sebagai Kota Tertoleran se Indonesia pada Tahun 2020.

Dikatakannya, untuk memperkuat predikat Kota Toleran, warga Salatiga jangan sampai lengah untuk terus menjaga dan merawat toleransi antar umat beragama. Wali Kota bersama Wakil Wali Kota dan Forkompinda mempunyai satu tujuan dan misi yang sama dalam menjaga toleransi yaitu dengan say no to diskriminasi. Semua warga Salatiga diperlakukan sama, entah itu laki-laki perempuan, tua muda, agama, ras dan suku apapun semua sama.

Untuk diketahui sebelumnya, Kota Salatiga mendapat penghargaan sebagai Kota Tertoleran oleh STARA institut. Setelah tiga tahun berturut-turut berada pada peringkat 2, akhirnya tahun 2020 Salatiga bisa meraih peringkat pertama menggeser Singkawang pada peringkat dua. Adapun peringkat 3 sampai dengan 10 diraih oleh Manado, kemudian Tomohon, Kupang, Surabaya, Ambon, Kediri, Sukabumi, dan Bekasi.

“Terimakasih kepada semua pihak yang terus bahu membahu mengajak kebaikan kepada semua orang, terutama tokoh agama. Kalaupun ada riak riak kecil segera diajak diskusi supaya satu pemikiran untuk menciptakan Salatiga yang kondusif, aman nyaman, dan toleran.” harap H. Yuliyanto di akhir sambutannya.

Acara tasyakuran dilanjutkan dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Adapun tokoh agama yang ikut mendoakan secara bergantian untuk keselamatan Salatiga yaitu dari Tokoh Agama Islam, KH Noor Rofiq, Tokoh Agama Kristen Pendeta Daniel Herry Iswanto, Tokoh Agama Katholik, Romo Parso Subroto, Tokoh Agama Hindu Romo Wiku Satya Dharma, Tokoh Agama Budha Haryono, dan Tokoh Agama Kong Hu Chu Susanto. (Humas/Fitri-Khusnul)