MK2MDT dan KKGMDT, Wadah Tingkatkan Mutu Pendidikan Madin

Klaten – Musyawarah Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MK2MDT) dan Kelompok Kerja Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (KKGMDT) sebagai wadah/tempat bagi para kepala dan guru-guru Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk mempererat dan memperkuat kerjasama melalui kegiatan-kegiatan profesional yang berkaitan dengan penguatan kompetensi secara mandiri, bermutu, dan berkesinambungan.

Demikian disampaikan Kasi PD Pontren, Retna Fithrotin, saat memberikan sambutan dalam rakor program kerja MK2MDT dan KKGMDT di lingkungan Kemenag Klaten yang dihadiri Kepala dan Guru madrasah diniyah, dan bertempat di Aula Al Ikhlas Kemenag Klaten, Kamis (24/2).

Rakor ini memperkuat kerjasama melalui kegiatan-kegiatan professional, yang berkaitan kompetensi secara mandiri, bermutu, berkelanjutan bagi guru Madrasah Diniyah Takmiliyah, memajukan dan meningkatkan wawasan kompetensi dan jaringan kerja kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah.

“Ini sangat penting dalam rangka meningkatkan mutu pengelolaan pendidikan pada Madrasah Diniyah Takmiliyah dan untuk mendorong terwujudnya wadah bermusyawarah antar pendidik di Madin, kemampuannya menjawab tuntutan dan harapan masyarakat dalam dunia pendidikan diniyah,” tandas Retna. 

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten selalu memberikan pembinaan dan pendampingan dalam memajukan madrasah diniyah di Klaten. Madrasah diniyah sekarang ini tumbuh dan berkembang begitu baik dan banyak, maka manajemen professional yang baik sangat mutlak diperlukan, salah satunya melalui pembentukan wadah musyawarah ini sebagai media yang sangat tepat.

Melalui wadah tersebut, para ustadz di Madrasah Diniyah Takmiliyah bisa membangun jembatan bagi guru untuk bekerjasama dalam memperdalam wawasan, pengetahuan, dan ketrampilan serta meningkatkan rasa percaya diri untuk menjalankan fungsinya sebagai tenaga professional di dunia pendidikan.

“Wadah ini memberikan input kepada Pemerintah dalam hal ini Bidang PD Pontren untuk menentukan kebijakan ke depan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Diniyah Takmiliyah sesuai dengan standar pelayanan minimal,” ujarnya.

Kontribusi dari arus bawah dapat mewarnai madrasah Diniyah Takmiliyah yang maju dan berdaya saing. “Madrasah Diniyah sebagai sub system dari Pendidikan Nasional dituntut untuk memberdayakan potensinya sehingga memberikan warna pada pendidikan karakter yang berlandaskan Diniyah Islamiyah,” imbuh Retna.(yp_aj/Sua)