Tasyakuran Kota Tertoleran FKUB Salatiga Gelar Doa Lintas Agama

Salatiga  —  Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga yang diwakili Pranata Humas Kemenag kota Salatiga menghadiri Tasyakuran Forum Kerukunan Umat Beragama  (FKUB) yang digelar FKUB Kota Salatiga,  Sabtu (20/3) di Kantor Sekretariat FKUB Kota Salatiga, Jl. Sawo 2 A Tegalrejo, Argomulyo Salatiga.

Tasyakuran FKUB dikemas dalam doa bersama lintas agama yang dihadiri oleh Pranata Humas Kantor Kementerian Agama kota Salatiga, Ketua FKUB dan Pengurus FKUB dari berbagai unsur lintas agama Kota Salatiga.

Ketua FKUB Kota Salatiga, KH. Noor Rofiq dalam sambutannya mengatakan tujuan giat FKUB ini adalah bentuk syukur kepada Allah SWT yang mana Salatiga dinobatkan sebagai kota tertoleran se Indonesia tahun 2020 yang  dikemas dalam doa lintas agama untuk keselamatan kota Salatiga.

Noor Rofiq menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang disampaikan kepada seluruh stakeholder, tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkompinda dan juga seluruh elemen masyarakat yang senantiasa menjaga kondusifitas kota sehingga Salatiga bisa meraih penghargaan  kota tertoleran se Indonesia. Penghargaan diraih atas kerja sama dan kerja keras semua pihak, pemerintah bersama sama komponen masyarakat.

 “Kami menyampikan rasa syukur atas penghargaan indeks kota toleran Award bagi kota Salatiga. Salatiga mampu mewujudkan kehidupan yang toleran dengan berbagai suku, agama, etnis dan budaya yang ada di kota ini. Kota Salatiga telah menjadi kota miniatur Indonesia yang majemuk,” kata Rofiq.

Ditegaskannya, untuk memperkuat predikat kota toleran, warga Salatiga jangan sampai lengah untuk terus menjaga dan merawat toleransi antar umat beragama, tambah Rofiq

Untuk diketahui sebelumnya kota Salatiga mendapat penghargaan sebagai kota tertoleran oleh STARA Institut. Setelah tiga tahun berturut-turut berada pada peringkat 2, akhirnya pada tahun 2020 Salatiga bisa meraih peringkat pertama menggeser Singkawang pada peringkat dua. Adapun peringkat 3 sampai dengan 10 diraih oleh Manado, kemudian Temohon, Kupang, Surabaya, Ambon,Kediri, Sukabumi dan Bekasi.

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh lintas agama dimulai dari doa secara agama Islam yang disampaikan oleh KH. Zaenuri, kemudian doa secara agama Kristen yang disampaikan oleh Pdt. Urip Yudhono ,  Doa secara agama Kaholik disampikan oleh Romo Agustinus Parso Subroto, Doa secara agama Budha oleh Pdt. Haryono, Doa secara agama Hindu disampaikan oleh Romo Wiku Satia dan yang terakhir doa secara agama Khong Hu Cu disampikan oleh Hendra Budi Santoso.

Setelah doa bersama dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Ketua FKUB KH. Noor Rofiq yang diserahkan kepada anggota FKUB yang paling muda dari unsur agama Budha Pdt. Haryono.(Humas/Khusnul-Fitri).