Adakan Pertemuan dengan Bupati Rembang, Menag Bahas Tiga Program Penting

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Rembang (Kemenag) — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membahas sejumlah hal penting dalam pertemuan dengan Bupati Rembang H. Abdul Hafidz di kantor Kabupaten Rembang. Pertemuan ini berlangsung pada Kamis (19/8/2021).

Hadir pula dalam pertemuan ini, Wakil Bupati Rembang H. M. Hanies Cholil Barro’.  Turut mendampingi Menag yaitu Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jateng Mustain Ahmad, Stafsus Menteri Agama Wibowo Prasetyo dan Kakankemenag Rembang M. Fatah. 

Beberapa hal yang dibahas yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kemandirian pesantren, dan vaksinasi santri. 

Gus Menteri mengatakan, PPKM adalah program pemerintah yang semata-mata ditujukan untuk melindungi masyarakat. “PPKM memang membatasi kita di tengah Covid-19 yang sudah meluluh lantakan semua lini. Mulai dari PPKM skala mikro, darurat hingga PPKM level 4 itu dibuat pemerintah semata-mata untuk melindungi masyarakat, baik dari sisi ekonomi dan kemanusian,” kata Gus Menteri.

Sebagai Kota Santri, Menag mendorong Pemda Rembang untuk melakukan program vaksinasi santri. Program ini sudah mulai bergulir di Provinsi Jabar dengan target 3 juta santri. 

“Program ini dapat berjalan dengan koordinasi dan sinergi Kemenag Jateng, Pemkab Rembang. Forkopimda dan pesantren. Saya menaruh perhatian besar dalam hal vaksinasi di Rembang agar tercapai kekebalan kelompok atau herd immunity,” sambung Menag. 

Ditambahkan Menag, Rembang juga harus memiliki pesantren yang bisa menjadi pilot project salah satu program prioritas Kementerian Agama, yakni Kemandirian Pesantren. “Program kemandirian pesantren ini mendapat perhatian besar dari Presiden Joko Widodo. Kami menargetkan pada 2024 nanti ada sekitar 5.000 pesantren di Indonesia yang memiliki pesantren mandiri dengan ciri khas dan potensi masing-masing,” ujar Menag. 

“Program kemandirian ini memiliki efek domino positif bagi pesantren, ekonomi dan lingkungan sekitar. Kemenag akan melakukan pendampingan mulai dari modal usaha mencapai 5 miliar, pendampingan usaha, manajemen, hingga pendampingan pemasaran produk yang dihasilkan. Artinya Kemenag akan mengawalnya dari hulu hingga hilir,” tegas Menag. 

Bupati Rembang H. Abdul Hafidz menyambut baik dan mendukung program Gus Menteri terkait kemandirian pesantren dan vaksinasi santri. “Terima kasih Pak Menteri. Kami akan  berkoordinasi dengan Kemenag Jateng dan Kemenag Rembang, pesantren dan Forkopimda agar program kemandirian pesantren dan vaksinasi santri ini dapat segera terlaksana,” kata Bupati Rembang. 

Usai pertemuan Menag menyempatkan bertemu dengan para staf saat ia menjabat Wakil Bupati Rembang periode 2005-2010.  Menag juga meninjau Kantor Kemenag Kabupaten Rembang yang terletak di Jalan Pemuda KM 3 Rembang. –

Shofatus Shodiqoh

Dikutip dari Humas Kemenag RI