KKG MI Salatiga Gelar Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Salatiga – Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dilakukan berdasarkan kebutuhan guru yang bersangkutan, kebutuhan untuk mencapai dan/atau meningkatkan kompetensinya di atas standar kompetensi profesi guru. Demikaian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga, H. Taufiqur Rahman dalam giat Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di MI Maarif Tingkir Lor, Rabu, (18/1/22).

Pelatihan yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kota Salatiga bekerjasama dengan Unit  Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Kota Salatiga. Kegiatan PKB dihadiri dan dibuka langsung Kepala Kemenag Kota Salatiga,H. Taufiqur Rahman, Kasi Penmad, Pengawas Madrasah, Ketua KKM, Ketua KKG, Kepala Madrsaah MI Tingkir Lor Salatiga dan Humas Kemenag Kota Salatiga.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga mengatakan Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) terdiri dari 3 komponen, pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif.

“Pengembangan diri merupakan upaya-upaya yang dilakukan seorang guru untuk meningkatkan profesionalismenya.sementara publikasi ilmiah merupakan karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekoalh dan pengembangan dunia pendidikan secara umum. Sedangkan karya inovatif bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan baru sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan, sains/teknologi dan seni,“ kata Taufiq. Lebih lanjut Taufiq meminta Pelatihan PKB  diikuti secara baik dan serius.

“Program ini harus diikuti secara serius tidak boleh satu sesipun ditinggalkan. Kepada panitia saya titip pantau terus peserta ini agar jangan sampai memandang tidak serius, tidak boleh pasif tetapi harus aktif dalam rangka membangun pengembangan keprofesian kita. Jangan hanya menerima materi, tetapi harus aktif memberi dalam bentuk tanya jawab dan berbagi informasi dan pengalaman,” imbuhnya.

Ditambahkan oleh Taufiq Kemenag Kota Salatiga sudah berpredikat WBK, maka performen guru-guru madrasah harus diperhatikan betul, kita harus menempatkan diri pada kebanyakan orang.

Sebelumnya, Ketua panitia, Humaidi melaporkan kegiatan ini  dilaksanakan dari tanggal 19 s.d 26 Februari 2022 dengan bantuan dari UPZ Kemenag Kota Salatiga sebesar Rp. 15.000.000,- yang diikuti 70 peserta dari perwailan guru Madrasah yang ada di 13 MI se Kota Salatiga.

Sementara itu Pengawas Madrasah Kemenag Kota Salatiga, Musayadah mengatakan Madrasah hebat bermartabat bisa terwujud tidak hanya slogan saja. Jangan hanya ada dana berkegiatan tapi tidak ada dana, guru tetap bisa berinovasi.(Khusnul-Fitri/Sua)