Mumtaza dan Harapan untuk Menjadi Perda

Rembang – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, M. Fatah mengapresiasi dan mendukung penuh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Rembang yang meluncurkan program Mumtaza (Murid MI tahfidz Juz Amma), Rabu, (12/01).

Fatah menilai program ini  adalah gebrakan untuk membentuk lulusan MI di Rembang semakin berkualitas. “Program ini akan menjadi daya tawar kepada masyarakat sehingga madrasah akan semakin dipercaya oleh masyarakat,” ujar Fatah.

Fatah menandaskan, semua peserta didik harus lulus dengan syarat hafal juz ‘amma. “Kita sepakati setelah belajar selama enam tahun di MI, siswa harus hafal juz amma. Syukur bisa kurang dari enam tahun sudah hafal juz 30,” katanya.

Fatah berharap, program ini bisa diusulkan menjadi Peraturan Daerah. Menurut Fatah, program ini akan menjadi perhatian pemerintah daerah yang nantinya bisa disepakati menjadi Peraturan Daerah. “Kemudian nanti bisa muncul aturan-aturan selanjutnya. Misalkan untuk masuk MTs atau SMP harus hafal juz amma. Ini tentunya akan menjadi daya dorong yang luar biasa,” ungkapnya.

Fatah juga menilai, program ini akan memberikan dampak yang sangat positif kepada anak didik. Salah satu contohnya bisa mengalihkan perhatian anak dari bermain gawai. “Program ini akan bisa mengatasi kebiasaan anak yang sering bermain gagdet, atau menonton TV usai magrib. Kita arahkan untuk mengaji dan menghafal juz amma,” tuturnya..

Fatah meminta segenap madrasah untuk menggarap program ini dengan serius. “Sekeren namanya, implementasiya harus keren juga. Jangan hanya menjadi program saja,” tandasnya. (iq/rf).