Kerja Bhakti Membersihkan Candi, Bina Kerukunan Umat Lintas Agama

Klaten – Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi 1944 Saka Tahun 2022, sebagaimana kesepakatan penyelenggaraan tiap tahunnya dengan provinsi DIY dimana Jawa Tengah mendapat giliran menjadi panitia pelaksanaan pada tahun genap.

Oleh karena itu, Kanwil Kemenag Prov. Jateng mengajak Umat Lintas Agama bersama-sama untuk mendukung pelaksanaan hari raya tersebut salah satunya dengan melaksanakan Kerja bakti dan bersih-bersih candi yang bertempat di Pelataran Candi Sewu dan Candi Plaosan, pada hari Minggu, (13/2).

Kegiatan bhakti sosial ini diikuti kurang lebih sebanyak 300 peserta dari unsur Penyuluh Agama Islam, Hindu, Katolik, Kristen dan Budha turut berpatisipasi juga FKUB Kabupaten Klaten.

Para peserta nampak antusias dan semua umat lintas agama saling membaur, asyik dalam membersihkan setiap sudut-sudut bangunan candi dengan membawa alat kebersihan milik pribadi. Sebelum melakukan kegiatan, para peserta sudah melakukan prosedur protokol kesehatan dan mendapatkan arahan teknis dari Badan Pelestarian Cagar Budaya yang sekaligus mengawasi langsung kegiatan tersebut.

Kakankemenag Kabupaten Klaten, Hariyadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari Bina Kerukunan Umat Beragama yang dikemas dalam Moderasi Beragama.

Bagian dari kerukunan beragama ini kita wujudkan seperti pada kegiatan pagi ini, semua unsur agama ikut terlibat meskipun ini adalah kegiatan yang akan dilaksanakan oleh saudara-saudara kita dari Umat Hindu.

Harapannya kegiatan pelaksanaan Ibadah Nyepi akan berjalan dengan lancar tetap dalam prokes yang ketat. Kegiatan ini nanti akan dimulai dengan ritual Upacara Tawur Agung Kesanga.

“Dengan adanya kerja bakti ini juga menjadi simbol tumbuh kembangnya semangat toleransi dan kerukunan umat beragama, umat lintas agama. dalam keakraban itulah yang menguatkan  rasa persaudaraan di Kabupaten Klaten,” ujar Hariyadi.

Kegiatan ini mengambil Tema “Sinergi Lintas Agama Bersih candi Sewu & Candi Plaosan, Penguatan Moderasi Beragama dan Sikap Toleransi”.(sm_aj/Sua)