MTs Negeri 2 Rembang Bersolek

 Rembang — Sebagai salah satu upaya agar madrasah terlihat indah, nyaman, hijau dan asri, MTs Negeri 2 Rembang bersolek mempercantik wajah dengan membuat taman dengan memanfaatkan lahan yang berada di depan gerbang madrasah.

Kepala MTs Negeri 2 Rembang  Muhammad Yunus Anis  mengatakan, selama ini lingkungan madrasah banyak yang belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga masih banyak lahan kosong. Untuk itu, pihaknya kemudian memanfaatkan lingkungan dan lahan kosong tersebut untuk digunakan sebagai taman.

“Kita berharap dengan dibuatnya taman di depan madrasah yang berada di pinggir jalan raya dapat mempercantik wajah madrasah dan menjadi daya tarik tersendiri pada masyarakat. Hal ini nantinya tidak menutup kemungkinan bisa juga digunakan sebagai ajang selfie  yang akan diunggah melalui media sosial dan secara tidak langsung menjadi media promosi melalui media sosial,” kata Yunus Anis Ketika diwawancara Jumat (11/3/2022) di ruang kerjanya.

Yunus menambahkan, taman madrasah adalah salah satu penunjang keindahan madrasah. Untuk itu taman madrasah harus ditata sedemikian rupa secara bertahap agar terlihat indah dan asri. Selain membantu menciptakan lingkungan hijau, juga dapat memperindah madrasah.

Lebih jauh disampaikannya, selain sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar, madrasah juga menyediakan fasilitas penunjang kenyamanan dan keindahan. Hal ini bisa menumbuhkan rasa bangga bagi siswa sekaligus menjadi icon bagi guru, siswa, orang tua dan masyarakat pada umumnya.

“Dengan wajah yang cantik akan memberi motivasi belajar pada siswa, dan yang lebih utama adalah menumbuhkan kebanggaan  pada siswa karena lingkungan tempat mereka belajar tertata rapi, indah dan asri, tidak lagi terkesan kucal dan kumuh,” tambahnya.

Dalam gagasannya kedepan Yunus Anis sudah berangan-angan untuk dapat mewujudkan  taman literasi, dengan menyediakan buku-buku bacaan. Menurutnya belajar tidak harus berada di dalam kelas, tetapi nantinya selain sebagai tempat santai untuk ngobrol juga bisa dimanfaatkan untuk membaca.  “Bisa juga dari situlah siswa bisa belajar yang akan mungkin akan dapat memunculkan ide atau gagasan kreatifitas untuk berkarya,”  tutur Yunus Anis. (Wient/iq/rf).