Penyuluh Manfaatkan YouTube sebagai Media Dakwah

Rembang— Saat ini kehidupan di dunia maya tidak kalah dahsyat dengan kehidupan nyata. Bahkan dengan fasilitas online, berbagai transaksi bisa menjadi lebih cepat dan mudah.

Begitu juga dalam berdakwah agama, di dunia maya lebih bisa terjangkau bagi kebanyakan orang yang harus sibuk dengan pekerjaan atau terlalu jauh sumber ilmunya.

Menyikapi hal ini, Kasubbag TU Kemenag Rembang H Moh, Mukhson mendukung dan mengapresiasi inisiatif beberapa PAH (Penyuluh Agama Honorer) yang telah berdakwah secara online khususnya melalui chanel youtube.

“Saya tau, banyak Penyuluh Agama yang mempunyai latar belakang keilmuan yang patut di banggakan. Banyak alumni pesantren yang hebat keilmuan agamanya, juga banyak yang menguasai ilmu tehnologi. Maka saya berharap channel menjadi ladang dakwah dan berbagi ilmu kepada masyarakat luas, ” katanya ketika di temui ruang pada Selasa (22/3/2022).

Muhson menambahkan,pihaknya sangat menghargai ikhtiar para Penyuluh dan mengajak semua pihak untuk berkenan mendukung langkah dakwah melalui media sosial. Saat ini setidaknya tim mengelola tiga channel di YouTube, pertama Sakinah Corner, yang aktif mengupas persoalan rumah tangga. Kedua Channel Kisah Dan Hikmah yg selalu hadir dengan cerita menarik dari kisah para nabi dan orang orang sholih dan disertakan referensi dari kitab salaf atau kitab kuning. Ketiga Channel Doa yang mengajarkan tentang doa doa keseharian kita.

Tiga channel tersebut dikelola oleh Tim yang beranggotakan sepuluh penyuluh. Ketika disinggung soal tujuan membuat chanel youtube untuk mencari penghasilan.Muhson menjawab dengan lugas, pada dasarnya bila setiap kegiatan diniati dengan tulus untuk berbagi ilmu dan dilakukan secara istiqamah, tidak tertutup kemungkinan akan menjadi pintu keberhasilan, termasuk secara finansial . Namun Beliau sangat mewanti wanti tujuan utama adalah nasyrul ilmi atau menyebarkan ilmu.

Saat di konfirmasi salah satu narator konten “Kisah Dan Hikmah” Nur Khasanatun Nikmah dari PAH KUA Sedan menegaskan, kita hidup di era milenial maka pendekatan dakwah pun juga menyesuaikan, biar tidak terkesan menggurui. Saat kita bisa berbagi, hati merasa bahagia, apalagi yang kita bagikan itu ilmu.

“Saya berharap semoga bisa istiqomah dan bermanfaat bagi umat. Serta tetap belajar untuk menambah wawasan,” pungkasnya.(Tia/mj/iq/rf)