Penyuluh Sampaikan Pentingnya Bekal Ilmu Agama Sejak Dini

Rembang — Peran serta Penyuluh Agama dalam ikut memberi bimbingan dan pencerahan keagamaan di tengah masyarakat memang sangat dibutuhkan. Dan semakin hari, Penyuluh Agama semakin di kenal di semua lapisan masyarakat. Hal ini terbukti di setiap kegiatan keagamaan Penyuluh Agama selalu mendapat undangan untuk hadir.

Seperti halnya Suyatman Hakim, Penyuluh Agama non PNS KUA Kaliori, hadir di acara haflah akhirussanah  Madrasah Diniyah Raudhatul Ulum dukuh Rumbut Malang desa Dresi Kulon Kecamatan Kaliori pada Ahad (27/3/2022).

Dalam sambutannya, Suyatman Hakim menyampaikan betapa sangat urgent membekali ilmu agama sejak usia dini.

“Seusia anak Sekolah Dasar, hendaklah anak- anak juga di beri ilmu dasar-dasar beragama. Agar untuk melanjutkan ke jenjang sekolah  yang lebih tinggi nanti anak tidak merasa keberatan. Dan sebagai dasar dan modal awal bagi seseorang yang beragama,” katanya.

Suyatman merasa bangga dan bersyukur atas kerja keras para dewan asatidz dalam mendidik para santri. Dia juga mengapresiasi perjuangan para Ustadz. “Profesi menjadi guru ngaji di madrasah hendaklah disyukuri. Karena Baginda Rosulullah menyebut dirinya sebagai guru dalam hadist

انما بعثت معلما

Sesungguhnya aku di utus menjadi rosul untuk menjadi guru,” katanya.

Selain guru bisa bermanfaat bagi anak-anak didik kita dengan mentransfer ilmu, seorang guru ngaji adalah seseorang yang di sabdakan Rosulullah saw sebagai orang yang sangat dermawan.

اجود كم بعدى رجل بعلم علما فنشر علمه

“Orang yang paling dermawan dari kalian semua adalah seseorang yang sudi mengajarkan ilmu, maka tersebarlah ilmunya sehingga bisa dirasakan banyak orang,” tambahnya.

Lebih lanjut Suyatman Hakim berpesan kepada wali santri, sebenarnya yang berkewajiban mendidik anak-anak adalah orang tuanya sendiri.

“Seperti sabda Nabi Muhammad SAW ;من رزقه الله بولد فعليه تعليمه وتءديبه الحديث،

Barangsiapa yang di karuniai anak maka ia wajib mendidiknya ilmu agama dan tata kerama. Maka hendaklah para wali santri menghormati para dewan guru sebagai orang- orang yang berilmu, yang jelas-jelas Allah mengangkat derajatnya,”pungkasnya. (Gusman/iq/rf)