Semangat Kartini Harus Tumbuh dalam Diri Siswi MTsN 3 Rembang

Sulang, Rembang – Siswa-siswi MTsN 3 Rembang melaksanakan upacara dalam rangka memperingati hari lahir RA Kartini.

Barisan wanita wanita anggun nan sholihah berjejer rapi dan khidmad mengikuti upacara pada 21 april 2022 di halaman madrasah.

Di sela kekhidmatan, nampak beberapa siswi menyeka keringat yang meleleh membasahi pipi dengan polesan bedak tipis nan elok. Tidak ada rasa resah gundah gulana di raut wajah mereka. Bahkan tampak sesekali mereka tersenyum ketika tahu wajah mereka di shoot kamera.

Bertindak sebagai pembina upacara yaitu Hj Nanik Iriyanti. Ia memaparkan betapa berat perjuangan kartini kala itu, penuh dengan pergolakan batin antara menjadi perempuan jawa yang patuh dan taat kepada adat tanpa syarat atau menjadi wanita yang bebas berpikir dan bertindak dalam mencari ilmu.

“Raden Ajeng kala itu menghadapi pertentangan batin yang hebat antara harus menjadi wanita jawa lugu yang patuh pada adat atau menjadi wanita yang bebas dalam mencari ilmu. Sehingga dalam kehidupannya Kartini muda mengisi waktunya dengan berkorespondensi dengan kawan kawannya di Belanda, ” paparnya.

“Kita sebagai penerus Kartini harus bisa meneladani semangat beliau. Jangan sampai mental kita terpuruk dan mudah pasrah dengan keadaan. Saat ini wanita bisa bebas dalam mencari ilmu, berkarya bahkan berkarier yang sama dengan laki laki asalkan dalam batas batas agama, ” imbuhnya.

Mukhoyaroh, selaku Wakil Kepala Bidang Akademik menyampaikan, semua siswi MTs Negeri 3 Rembang harus bisa memanfaatkan waktu mereka untuk terus belajar. Jangan sampai ada dalam pikiran mereka untuk putus sekolah atau bahkan menikah muda. Hal itu sangat jauh dari pemikiran Raden Ajeng Kartini yang bercita cita seluruh wanita indonesia mampu dan bisa mengenyam pendidikan yang setara dengan kaum pria dan nantinya akan menghasilkan karya karya yang besar.

” Saya berharap seluruh siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Rembang mampu memanfaatkan waktu mereka saat di Madrasah untuk terus belajar dan belajar. Jangan sampai mereka untuk putus sekolah apalagi menikah pada usia sekolah. karena hal ini sangat bertentangan dengan dengan cicta cita RA Kartini,” katanya.

Walaupun dalam keadan berpuasa, peserta upacara tetap mengikuti setiap rangkaian upacara dengan khidmat.

Boerhan/iq/rf