Syukuri Profesi sebagai Penyuluh

KUA Kaliori – Kegiatan Program Semarak Ramadhan wilayah barat berjalan sederhana dan penuh hidmat. Kegiatan yang di ikuti Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) juga Penyuluh Agama Honorer (PAH) dari KUA Sulang, Bulu, Sumber, Rembang kota dan tuan rumah Kaliori ini di laksanakan di gedung haji Kaliori pada Rabu (27/4/2022).

Acara diawali khataman Alquran, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan kepala KUA Kaliori juga ketua FKPAI Kemenag Rembang ini di akhiri mauidhoh khasanah oleh Suyatman Hakim, PAH Kaliori.

Dalam ceramahnya, Suyatman mengajak para Penyuluh Agama agar mensyukuri profesi sebagai Penyuluh Agama.

“Kita harus banyak bersyukur, karena kita termasuk orang-orang yang terpilih menjadi Penyuluh Agama. Sehingga kita bisa banyak bermanfa’at bagi orang lain,” jelasnya.

Suyatman menambahkan, bentuk bersyukur tiada lain yaitu kita buktikan tanggung jawab sebagai Penyuluh. Dengan aktif memberi pencerahan keagamaan kepada jama’ah.

“Penyuluh bermakna seseorang yang bisa memberi cahaya atau penerangan di tengah-tengah masyarakat. Kalaupun kita tidak termasuk klasifikasi ulama atau kyai, paling tidak kita sudah mencontoh dan melakukan seperti yang di lakukan para Kyai, yaitu menjadi penyebab orang lain bisa melakukan kebaikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Suyatman membacakan hadist Nabi yang diriwayatkan sahabat Sahal bin Said ;

ان هذا الخير خزائن،

ولتلك الخزائن مفاتح،

فطوبى لعبد جعله الله مفتاحا للخير مغلاقا للشر.

Sesungguhnya kebaikan itu ibarat gudang-gudang, yang mana gudang-gudang itu memiliki kunci untuk membukanya. Maka beruntunglah seorang hamba yang di jadikan Allah sebagai kunci pembuka kebaikan tersebut, sehingga orang lain bisa turut melakukannya.

“Tugas kita adalah mengingatkan atau menyadarkan masyarakat yang mayoritas lupa atau tidak akan kewajiban dan tujuan hidup ini.

Seperti sabda Nabi Muhammad SAW.

الناس نيام واذا ماتوا انتبهوا

Saat di dunia ini kebanyakan orang-orang itu tertidur, tidak sadar akan kewajiban dan tujuan hidup di dunia ini, mereka baru sadar ketika nanti sudah meninggal dunia. Maka sekali lagi, tugas kita adalah berusaha menyadarkan merek,” jelasnya.

Yang lebih penting menjadi dasar seorang Penyuluh Agama, tambahnya, adalah menanamkan rasa peduli, rasa perhatian dan kasih sayang kepada orang lain. “Itu adalah sifat-sifat Rosulullah saw.

Sebagimana disebutkan dalam alquran

لقد جاءكم رسول من انفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين رؤوف رحيم.

Jadi bagi kita seseorang Penyuluh Agama apabila ada kiriman WA di grup FKPAI dari teman Penyuluh Agama Lasem atau Kragan tentang ada seorang muallaf telah bersyahadat seperti kita, kok kita biasa- biasa saja maka hati kita wajib di servis. Kita harus ikut senang, bergembira bahkan bisa terharu, karena ia telah sadar ke jalan yang di ridhoi Allah,” ungkap Suyatman serius sambil bercanda.

Setelah berceramah kurang dari tiga puluh menit, Suyatman menutup kegiatan Semarak Gema Ramadhan dengan bacaan doa.

“Semoga kita semua yang hadir juga keluarga besar Kemenag Rembang selalu sehat dan panjang umur bisa menjumpai Ramadhan tahun depan, aamiin,” Pungkasnya.

(Gus man/iq/rf)