Yunus Anis Berikan Apresiasi Guru Sebagai Penulis

Rembang  – Kepala MTs Negeri 2 Rembang, Muhammad Yunus Anis  memberikan apresiasi atas prestasi yang diperoleh Guru MTs Negeri 2 Rembang. Apresiasi tersebut disampaikan disela-sela kesibukannya  Kamis  (07/4/2022). 

Menurut Yunus Anis,  dua guru MTs Negeri 2 Rembang, Slamet Winarto dan Dyna Muffa Sholikhah patut untuk memperoleh penghargaan sebagai penulis dan berhasil membukukan karya literasi yang diterbitkan menjadi buku ber-ISBN.

Disampaikan oleh Yunus Anis, istilah literasi mestinya sudah tidak asing lagi. Sudah 2 tahun sejak tahun 2020 madrasah  melahirkan buku literasi karya guru.  Di antaranya buku yang mengupas sejarah Lasem karya Slamet Winarto yang terbit tahun 2020.  Melalui Gerakan Sekolah Menulis Buku yang berlangsung dari bulan April 2021 hingga Maret 2022 melalui tulisan Slamet Winarto juga berhasil menerbitkan 2 judul buku novel ber-ISBN dan satu judul buku Antologi Puisi karya Dyna Muffa Sholikhah. 

Menurut Yunus Anis tujuan program literasi madrasah adalah agar warga madrasah menjadi warga yang literat.  “Menciptakan lingkungan madrasah sebagai taman belajar yang menyenangkan, sehingga madrasah mampu mengelola pengetahuan dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca,” ujarnya.

Yunus Anis mengakui, sudah banyak guru yang telah menulis, namun secara pribadi. Mereka belum berani untuk  mengekspos.  Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) menjadi sebuah gagasan yang gemilang ketika Nyalanesia memberi lahan bagi guru dan siswa untuk menulis hingga penerbitan menjadi sebuah buku ber-ISBN.  Menulis  di program GSMB  adalah sebuah “prestasi”  di dunia kepenulisan bagi guru MTs Negeri 2 Rembang.  Yunus Anis juga menyampaikan untuk memotivasi guru dan siswa pihaknya telah menyiapkan wadah melalui website untuk menampung karya-karya siswa dan guru guna berlatih  membiasakan menulis serta memotivasi keberanian guru dan siswa dalam menampilkan karya-karya literasinya.

Yunus Anis berharap, guru MTs Negeri 2 Rembang terus bersemangat membukukan pengetahuan, ide, gagasan, pikiran dan imajinasinya. Karena dengan menulis seorang guru tidak hilang oleh perjalanan sejarah. “Setidaknya ada manfaat dalam menulis buku, diantaranya mengasah kecerdasan logika dan bahasa,  dan ketika menulis sejatinya ia sedang memberikan contoh kepada anak didiknya untuk mencintai literasi,” kata Yunus Anis. (Wient/iq/rf).