081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Kafilah Jateng Mantapkan Diri Jelang Tampil, Masa Tenang Sebelum Berjuang

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

  Semarang (Humas) — Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026, Kafilah Jawa Tengah menjalani checking kesiapan akhir sebelum diberangkatkan untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional, Jumat (11/9/2026).   Checking akhir ini menjadi bagian dari tahap finishing setelah para peserta menjalani rangkaian pembinaan dan pelatihan secara intensif. Pada tahap ini, peserta tidak lagi dibebani dengan materi baru, melainkan diarahkan untuk memperdalam dan memantapkan materi yang telah diberikan oleh para pelatih dari tingkat pusat maupun daerah.   Koordinator Bidang Pendaftaran dan Keabsahan Dokumen sekaligus Sekretariat LPTQ dan Tim Seni Budaya MTQ Jateng, Yusuf, mengatakan tahap akhir ini diarahkan untuk memastikan peserta berada dalam kondisi terbaik, baik secara teknis maupun mental.   “Sekarang fokus kita memperdalam materi yang sudah diajarkan oleh para pelatih, baik dari pusat maupun daerah. Ini bukan lagi waktunya menambah beban, tetapi finishing, cooling down, memberikan motivasi agar peserta lebih tenang dan siap,” ujarnya.   Menurut Yusuf, pola pendampingan juga mengalami perubahan. Jika sejak awal para peserta digembleng dengan disiplin dan latihan intensif, menjelang keberangkatan mereka justru mendapatkan pelayanan dan pendampingan sebaik mungkin agar dapat menjaga kondisi fisik dan mental.   “Dari awal mereka kita atur dan kita gembleng. Sekarang di tahap akhir, bagaimana mereka kita layani sebaik mungkin, supaya mereka tenang, nyaman, dan bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat tampil,” katanya. Ia menambahkan, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap arahan pelatih menjadi kunci yang harus terus dijaga hingga peserta tiba di arena perlombaan. “Pesan kami kepada para peserta yang kami dampingi dari awal sampai pengiriman, tanamkan disiplin dan ikuti arahan pelatih. Kita sebagai tuan rumah tentu memiliki target. Untuk itu, kita sudah mendatangkan pelatih-pelatih yang kompeten dan belajar dari pengalaman Kanwil lain yang telah berhasil meraih prestasi,” tuturnya.   Yusuf menegaskan, capaian terbaik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan ikhtiar yang menyeluruh.   “Ini membutuhkan ikhtiar lahir dan batin. Latihan sudah kita lakukan, pembinaan sudah kita siapkan, sekarang tinggal bagaimana peserta menjaga disiplin, ketenangan, dan keyakinannya untuk memberikan yang terbaik,” pungkasnya.   Dengan seluruh rangkaian pembinaan yang telah dilalui, Kafilah Jawa Tengah kini memasuki fase akhir: bukan lagi tentang seberapa banyak materi yang harus dipelajari, tetapi bagaimana seluruh latihan diterjemahkan menjadi penampilan terbaik di panggung MTQ Nasional XXXI.   Doa, disiplin, dan ikhtiar menjadi bekal yang mengiringi langkah Kafilah Jawa Tengah menuju arena. Sebagai tuan rumah, Jawa Tengah tidak hanya siap menyambut para kafilah dari seluruh Indonesia, tetapi juga siap tampil dan mengukir prestasi di rumah sendiri.
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print