Semarang (Humas) — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar memberikan pembinaan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama seluruh Indonesia, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, para Pembimas, serta Kepala Bidang di lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Tengah, di Semarang, Minggu (13/9/2026).
Dalam pembinaannya, Menteri Agama mengingatkan jajaran Kementerian Agama agar senantiasa menjaga ketenangan dan kejernihan pikiran dalam setiap mengambil keputusan. Menurutnya, keputusan yang menyangkut tugas dan tanggung jawab harus lahir dari pertimbangan yang matang, bukan dari luapan emosi.
“Jangan mengambil keputusan saat kita marah, panik, atau berbunga-bunga. Tenang saja,” pesannya.
Menteri Agama mengajak jajaran Kemenag untuk membangun kebiasaan kontemplasi agar mampu berpikir secara stabil dan melihat persoalan secara lebih jernih. Ia mengingatkan bahwa kehidupan manusia terbatas, sehingga setiap langkah dan keputusan harus senantiasa berorientasi pada kebenaran dan nilai-nilai ketuhanan.
“Orang yang sering berkontemplasi bisa berpikir secara stabil. Hidup ini hanya sekali, semua akan mati, sehingga kita harus berdiri di atas kebenaran. Semua langkah kita adalah direction dari Allah,” ujarnya.
Dalam pembinaan tersebut, Menteri Agama juga mengulas berbagai tantangan strategis yang akan dihadapi Kementerian Agama ke depan. Tantangan tersebut semakin kompleks seiring dinamika sosial, perkembangan teknologi digital, serta perubahan pola pikir masyarakat.
Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain tantangan media sosial dan pemahaman keagamaan, penguatan moderasi beragama, peningkatan mutu pendidikan keagamaan, kesenjangan kualitas pendidikan, serta kesejahteraan guru.
Selain itu, Kementerian Agama dituntut terus memperkuat digitalisasi dan kualitas layanan publik, meningkatkan transparansi, serta menjaga kerukunan umat beragama. Perlindungan terhadap kelompok minoritas juga menjadi bagian penting dari tugas Kementerian Agama dalam memastikan kebebasan dan hak-hak masyarakat tetap terjamin.
Karena itu, jajaran Kemenag di seluruh Indonesia diharapkan mampu merespons perubahan dengan kebijakan yang tepat, pelayanan yang semakin baik, serta sikap yang tetap tenang dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab menyampaikan bahwa momentum pembinaan juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memeriahkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang digelar di Jawa Tengah.
Kehadiran jajaran Kementerian Agama dari berbagai daerah diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam menyukseskan MTQ Nasional sekaligus mempererat silaturahmi antarjajaran Kementerian Agama.








