Jelang Armuzna, Lautan Manusia Penuhi Masjidil Haram

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Makkah – H-3 menjelang Armuzna, Masjidil Haram dibanjiri oleh jemaah haji. Sebagaimana dilaporkan kontributor berita Ketua Kloter SOC09, Ahmad Fahmi, langsung dari halaman Masjidil Haram, terlihat hampir setiap sudut dalam maupun halaman Masjidil Haram penuh dengan jamaah.

“Pada H -3 menjelang wukuf di Arafah semuanya terkonsentrasi di Makkah. Tentu saja hal ini mengakibatkan padatnya Masjidil Haram. Semua jemaah haji dari berbagai negara memanfaatkan waktu untuk melakukan umroh wajib sebelum wukuf maupun salat fardu berjamaah di Masjidil Haram,” jelas Fahimi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/7/2022).

Jemaah haji yang berpakaian ihram bisa masuk langsung ke lantai Ka’bah sedangkan yang tidak berpakaian ihram diarahkan untuk menuju lantai 1 dan lantai 2 atau atap. Kebanyakan jamaah haji terkonsentrasi di sekitar halaman masjid depan Tower zamzam /Menara Jam dan sekitarnya maupun halaman yang mengarah ke Terminal ajyad.

“Karena di sekitar halaman ini langsung berdiri berbagai macam hotel-hotel bintang 5. Sedangkan jamaah yang berasal dari terminal Syeb Amir dan Bab Ali yang masuk melalui pintu babussalam cenderung berkurang mengingat sudah tidak ada Armada bus sholawat yang melayani jemaah di terminal Bir Ali dan Syeb Amir,” kata Fahimi.

Armuzna

Fahimi menjelaskan, jemaah haji sebentar lagi akan memasuki puncak ibadah haji. Puncak Ibadah Haji biasa disebut dengan armuzna, yakni Arafah Muzdalifah dan Mina. Menurut keputusan pemerintah Arab Saudi wukuf di Arafah akan dimulai pada tanggal 8 Juli 2020 tepatnya hari Jumat. Rangkaian kegiatan Armuzna akan dimulai pada Kamis 8 Juli 2022. Jamaah haji akan secara bergelombang diberangkatkan menuju ke Arafah.

Ketua Kloter SOC 09, Ahmad Fahimi menjelaskan, mengingat puncak Haji yakni Arofah tinggal 3 hari lagi, maka semua jemaah haji dari seluruh dunia sudah berada di Makkah pada h-3 ini. Penerbangan haji juga sudah ditutup.

Ribuan tentara dikerahkan untuk mengatur ketertiban jemaah haji. Mulai 5 Juli seluruh transportasi bus shalawat dihentikan oleh pemerintah Arab Saudi. Hal ini mengakibatkan seluruh jamaah haji harus berjalan kaki atau menggunakan taksi berbayar jika ingin ke Masjidil Haram.

“Meskipun bus sholawat sudah tidak beroperasi tetapi antusiasme jamaah haji untuk salat berjamaah di Masjidil Haram sangat tinggi. Bus sholawat akan beroperasi kembali pada tanggal 14 Dzulhijah atau 13 Juli 2022,” Fahimi melaporkan.

Panitia penyelenggara ibadah haji Arab Saudi pada saat ini menganjurkan agar jamaah haji tidak memaksakan diri untuk salat berjamaah di Masjidil Haram. Hal ini sebagai antisipasi pemerintah untuk menjaga kesehatan dan kebugaran jamaah haji menjelang Armuzna.

“Di samping itu banyaknya jemaah haji dari berbagai negara yang terkonsentrasi di sekitar Masjidil Haram membuat banyak jemaah haji Indonesia kebingungan untuk mencari hotelnya. Apabila biasanya mereka naik bus sholawat dan akan mudah mengantarkan sampai ke hotel. Tetapi H-3 ini mereka harus berjalan kaki menemukan rute hotelnya,” lanjut Fahimi.

PPIH Arab Saudi juga sudah mengantisipasi hal ini dengan menarik seluruh petugas haji di daker Madinah maupun Jeddah untuk dikonsentrasikan di sektor khusus Masjidil Haram. Para PPIH yang berseragam Hitam putih bertebaran di sudut-sudut maupun jalan-jalan di sekitar Masjidil Haram. Mereka terdiri dari perlindungan jamaah atau linjam dari unsur TNI maupun EMT (Emergency Medical Team) dari unsur tenaga kesehatan. Sedangkan untuk PPIH kloter saat ini disibukkan memberikan pembimbingan terakhir kepad jemaah haji pra Armuzna.

Makkah, 5 Juli 2022

Kontributor : Ahmad Fahimi

Editor : Shofatus Shodiqoh/Surifah