Nafar Tsani, Pilihan Tepat Menikmati Suasana Mina

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Mina — Melontar jumroh dalam rangkaian ibadah haji merupakan salah satu wajib haji. Jika ditinggalkan maka jemaah haji wajib membayar dam. Tapi apabila tidak mampu jemaah haji bisa mewakilkan kepada orang lain.

Melontar jumroh bisa dilakukan pada tanggal 10, 11, dan 12 Dzulhijjah. Kemudian jemaah haji kembali ke hotel di Makkah yang disebut dengan nafar awal. Atau jemaah haji melanjutkan melontar hari ke-4 yakni pada tanggal 13 Dzulhijjah atau yang disebut dengan nafar Tsani.

Baik mengambil nafar awal maupun mengambil nafar Sani dua-duanya sama-sama sah. Selama proses melontar jumroh jemaah haji diwajibkan untuk mabit atau menginap di wilayah Mina. Jemaah haji akan ditempatkan di tenda-tenda yang sama.

Mina itu wilayahnya terbatas. Jika menginap di luar Mina maka wajib haji tersebut tidak sah. Maka jemaah haji dari seluruh dunia akan berkumpul di tenda-tenda di mina pada malam 11 dan 12 Dzulhijjah. “Terbatasnya wilayah Mina membuat kapasitas tenda-tenda di Mina kadangkala overload. Hal itu biasanya terjadi di musim Haji normal dimana kuota haji dipenuhi 100%,” terang Ketua Kloter SOC 09 dalam siaran tertulisnya, Selasa (12/7/2022).

Dalam catatan kontributor musim Haji ini, kuota Haji hanya 50% dari normal. Meskipun demikian pada tanggal 10 11 dan 12 Dzulhijjah penulis benar-benar menyaksikan berjubelnya jemaah di Mina. “Tenda-tenda dipenuhi dengan jemaah. Tenda dengan ukuran 8 x 8 m akan dipenuhi jemaah sejumlah 45 orang,” kata Fahimi.

Menurut beberapa jemaah yang pernah berhaji, kapasitas haji tahun ini sangat longgar karena biasanya ukuran tenda tersebut akan dipenuhi dengan 90 orang. “Bisa kita bayangkan betapa berjubelnya kondisi tenda di Mina. Belum lagi masalah toilet yang jumlah toiletnya tidak berubah. Hanya saja toilet tersebut sudah direnovasi dengan baik meskipun jumlahnya tetap,” lanjut Fahimi.

 Perbandingan jumlah toilet dengan jumlah jemaah yang kurang memadai mengakibatkan antrian di toilet menjadi lama, khususnya di toilet wanita yang mungkin memerlukan waktu penggunaan toilet lebih lama daripada pria.

Kondisi toilet yang antre ditambah dengan sesaknya tenda dengan jemaah kadang mengakibatkan banyak jemaah yang pada awalnya ingin nafar Sani berubah pikiran menjadi nafar awal. Mereka pulang terlebih dahulu ke Makkah pada tanggal 12 Dzulhijjah. Dengan sebagian jemaah yang telah nafar awal maka kondisi tenda menjadi lebih sepi. Juga tidak ditemukan lagi antrian toilet.

“Akhirnya jemaah yang melakukan nafar Sani mengaku baru bisa menikmati nyamannya tinggal di tenda Mina. Tenda sudah tidak terlalu berjubel toilet juga sudah tidak antri dan yang paling mengasyikkan jatah makanan sangat berlimpah-limpah. Maka dari itu jika jemaah haji ingin menikmati nyamannya suasana di mina sebaiknya memilih nafar Sani saja,” pungkas Fahimi.

Mina, 12 Juli 2022

Kontributor : Ahmad Fahimi

Editor : Shofatus Shodiqoh/surifah