Semarang (Humas)— Forum Zakat (FOZ) Jawa Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar acara Halal Bi Halal dan Rapat Koordinasi pada Kamis (16/4/2026) di Auditorium Majeng Kanwil Kemenag Jateng. Kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Jawa Tengah serta sejumlah pejabat terkait.
Turut hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Bidang Kemasyarakatan dan SDM Ihwan Hamzah, Kabid Urais Kanwil Kemenag Jateng Akhmad Farkhan, Ketua Tim Pemberdayaan Zakat Kanwil Kemenag Jateng Dasiri, serta Ketua FOZ Jateng Sidik Ansori.
Dalam laporannya, Ketua FOZ Jateng Sidik Ansori menyampaikan bahwa hingga saat ini FOZ Jateng memiliki 43 anggota yang terdiri dari LAZ tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, total penghimpunan dana zakat mencapai Rp500 miliar, dengan total penyaluran kepada mustahik sebesar Rp515 miliar.
“Kami terus mendorong agar nilai manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Sinergi dengan Kemenag, Pemprov, dan Baznas menjadi kunci dalam upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Urais Kanwil Kemenag Jateng Akhmad Farkhan menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Ia meminta para amil zakat untuk menyampaikan secara jelas dampak program yang dijalankan, termasuk pihak-pihak yang berkontribusi.
“Tugas kita bukan hanya menyalurkan, tetapi memastikan ada kejelasan ‘before-after’ dari program. Publik harus tahu siapa yang berkontribusi dan bagaimana perubahan yang dihasilkan,” tegasnya. Ia juga menyoroti perlunya penguatan aspek spiritualitas di tengah kuatnya sisi formalitas yang selama ini berjalan.
Di sisi lain, Staf Ahli Gubernur Jateng Ihwan Hamzah berharap agar program zakat tidak berhenti pada distribusi bantuan semata, tetapi mampu mendorong mustahik menjadi muzakki.
“Zakat harus menjadi instrumen pemberdayaan. Kita ingin penerima bantuan bisa naik kelas. Selain itu, perlu sinkronisasi antar lembaga agar penyaluran lebih tepat sasaran,” ungkapnya.
Ia juga mendorong FOZ Jateng untuk memperluas sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tidak hanya dengan Baznas, serta berperan aktif dalam program strategis seperti pengentasan stunting dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam sesi diskusi, Ketua Tim Pemberdayaan Zakat Kanwil Kemenag Jateng Dasiri mengajak seluruh lembaga zakat di Jawa Tengah untuk bergerak bersama dalam skala yang lebih luas.
“Kita perlu bergerak secara nasional agar program-program yang kita lakukan diakui dan memberikan dampak yang lebih besar,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara FOZ, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat yang lebih transparan, terukur, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. (Hilman Najib)









