Semarang (Humas) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab mengukuhkan Pengurus Forum Kelompok Kerja (FKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Taman Kanak-kanak (TK) Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 dalam sebuah seremoni yang digelar di Auditorium Majeng, Selasa (7/4/2026).
Sebanyak 10 orang resmi dikukuhkan sebagai Pengurus FKG PAI TK Provinsi Jawa Tengah. Pengukuhan ini menjadi momentum penguatan peran guru PAI dalam membangun karakter keagamaan sejak usia dini.
Berdasarkan laporan Ketua Tim Jenjang TK/PAUD dan SD/SDLB, Rondiyah, kegiatan ini turut dihadiri sekitar 80 peserta FKG PAI TK dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Kehadiran para peserta menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di jenjang pendidikan anak usia dini.

Dalam arahannya, Kakanwil menekankan pentingnya ketepatan dalam meletakkan pondasi pendidikan agama kepada anak-anak TK. Menurutnya, kesalahan dalam membangun dasar tersebut akan berdampak pada perkembangan karakter anak di masa depan.
“Jangan sampai salah meletakkan pondasi utama pada anak-anak. Kalau pondasinya salah, anak akan tumbuh tidak seimbang. Jika tidak tepat, maka arah hidupnya juga bisa melenceng,” tegasnya.
Selain itu, Kakanwil juga mengingatkan agar forum seperti FKG tidak hanya bersifat seremonial, melainkan harus mampu menjadi wadah yang produktif dan berdampak nyata. Ia mendorong para guru untuk serius dalam mengajarkan nilai-nilai agama kepada anak-anak, terutama di tengah karakter generasi saat ini yang dinilai lebih agresif dan cerdas dibandingkan sebelumnya.
“Anak-anak sekarang berbeda dengan lima tahun lalu. Mereka lebih cepat menangkap, lebih kritis, dan lebih aktif. Maka pendekatan kita juga harus terus menyesuaikan,” ujarnya.

Pesan lainnya, Kakanwil mengajak seluruh pengurus dan anggota FKG untuk membangun kerja tim yang solid dengan berbagai elemen. Salah satunya melalui penyelenggaraan kegiatan keagamaan yang tidak hanya berdampak di lingkungan sekolah, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat luas.
Ia juga menekankan pentingnya publikasi kegiatan di era digital saat ini. “Bangun jejaring, buat kegiatan yang berdampak, dan jangan lupa untuk diberitakan serta diviralkan. Sekarang adalah era informasi, sehingga apa yang kita lakukan harus bisa diketahui masyarakat,” pungkasnya. (Hilman Najib)









