081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Kakanwil Tekankan Kesetaraan Gender, Keteladanan Guru, dan Lingkungan Kelas yang Mendidik

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) — Penguatan Kinerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang digelar Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Provinsi Jawa Tengah pada Senin (6/4/2026) di HCI Semarang berlangsung dengan sejumlah penekanan penting dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab.

Kegiatan ini diikuti oleh 114 kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) se-Jawa Tengah serta 11 Ketua KKMI kabupaten/kota. Ketua KKMI Provinsi Jawa Tengah, Subiyono, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi, mempererat jejaring komunikasi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan sportivitas guna mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia.

Dalam arahannya, Saiful Mujab menyoroti masih minimnya kepala MI dari kalangan perempuan. Menurutnya, saat ini mayoritas kepala madrasah masih didominasi laki-laki, padahal Kementerian Agama telah mendorong adanya kesetaraan gender dalam kepemimpinan pendidikan.

“Saya sudah diingatkan oleh Menteri Agama agar memperhatikan kesetaraan gender. Maka ke depan, harus kita dorong agar lebih banyak kepala madrasah dari kalangan perempuan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan peran strategis guru MI sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter dan pengetahuan anak. Menurutnya, pada rentang usia 7 hingga 12 atau 13 tahun, anak-anak berada pada fase penting pertumbuhan, baik secara fisik maupun non-fisik.

“Bapak ibu guru MI adalah batu pertama dalam pembelajaran, baik umum maupun agama. Di usia inilah anak-anak belajar dan mencontoh, termasuk dalam amalan keagamaan,” ujarnya.

Saiful Mujab juga mengingatkan pentingnya menghadirkan lingkungan belajar yang inspiratif di ruang kelas. Ia mendorong agar setiap kelas dihiasi dengan gambar para ulama dan pahlawan nasional, lengkap dengan biografinya, sebagai sarana pembelajaran yang kontekstual.

“Kadang anak-anak tidak mengenal tokoh-tokoh besar kita. Ini bisa menjadi media pembelajaran yang efektif jika kita hadirkan di ruang kelas,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para kepala madrasah untuk mendorong terciptanya sosok guru yang dirindukan oleh peserta didik. Guru, menurutnya, tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga figur teladan yang mampu membangun kedekatan emosional dengan siswa.

Di akhir arahannya, Kakanwil mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mengawal kemajuan madrasah agar semakin kuat dan mampu membentuk karakter generasi yang saleh dan salehah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para kepala madrasah semakin solid dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan dan pengelolaan pendidikan, sekaligus memperkuat peran madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berkarakter. (Hilman Najib)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print