Semarang (Humas) — Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Penguatan Kinerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada Senin (6/4/2026) di HCI Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh 114 kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) se-Jawa Tengah serta 11 Ketua KKMI kabupaten/kota.
Ketua KKMI Provinsi Jawa Tengah, Subiyono, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, mempererat jejaring komunikasi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan sportivitas di kalangan kepala madrasah. “Melalui kegiatan ini diharapkan terwujud madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, dalam sambutannya menekankan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian para kepala madrasah.
Pertama, ia meminta agar setiap madrasah menyiapkan grand desain capaian kurikulum secara terstruktur sejak kelas 1 hingga kelas 6. “Harus ada pesan yang dititipkan kepada anak-anak hingga mereka lulus dari MI, sehingga pembelajaran memiliki arah dan tujuan yang jelas,” tegasnya.
Kedua, Saiful menyoroti pentingnya penyiapan target keberlanjutan pendidikan siswa. Ia mengingatkan agar madrasah tidak hanya berbangga ketika lulusan diterima di sekolah umum. “Kita harus mendorong lulusan MIN untuk melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs). Begitu pula pada jenjang berikutnya, harus ada kesinambungan,” imbuhnya.
Ketiga, ia menekankan pentingnya perhatian terhadap sarana dan prasarana madrasah. Menurutnya, lingkungan madrasah harus ditata rapi dan nyaman guna mendukung proses pembelajaran. “Apalagi sudah ada edaran Kemenag tentang ASRI dan penguatan ekoteologi, ini perlu diperkuat dengan kurikulum berbasis cinta. Saya masih melihat banyak madrasah yang belum optimal dalam merawat lingkungannya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para kepala madrasah mampu meningkatkan kinerja dan kualitas pengelolaan lembaga, sehingga mampu menjawab tantangan pendidikan serta mewujudkan madrasah yang unggul dan berdaya saing global. (Hilman Najib)









