081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Mimbar Agama Hindu: Hari Saraswati Menyambut Turunnya Ilmu, Menyalakan Cahaya Kebijaksanaan

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Hari Saraswati merupakan hari suci umat agama Hindu yang diperingati setiap 210 hari sekali
berdasarkan kalender Pawukon, tepatnya pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung. Secara
etimologi, kata “Saraswati” berasal dari dua suku kata, yaitu kata “Saras” yang berarti sesuatu
yang mengalir dan kecap atau ucapan, dan kata “Wati” yang berarti memiliki. Saraswati berarti
yang mempunyai sifat mengalir dan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.
Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan. Pada hari ini, umat
Hindu melaksanakan pemujaan kepada Sang Hyang Saraswati sebagai Hyang Hyangning
Pangaweruh, yaitu sumber segala pengatahuan yang menjadi asal mula ilmu pengetahuan.
Aksara merupakan satu-satunya Lingga Stana Sang Hyang Saraswati.
Dewi Saraswati adalah dewi dalam agama Hindu yang melambangkan seni, pengetahuan, dan
spiritualitas, yang digambarkan sebagai wanita cantik, lemah lembut, dan bercahaya yang
mencerminkan kemurnian ilmu pengetahuan. Setiap atributnya memiliki makna simbolis,
antara lain:

  1. Wanita cantik – melambangkan kekuatan yang indah, menarik, lemah lembut, dan
    mulia.
  2. Genitri – simbol ilmu pengetahuan yang tak terbatas.
  3. Pustaka Suci atau Lontar – melambangkan ilmu pengetahuan yang maha suci.
  4. Teratai – simbol kesucian Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).
  5. Alat Musik Wina (Veena) – simbol seni budaya yang melambangkan keindahan dan
    harmoni
  6. Angsa – melambangkan kebijaksanaan.
    Melalui atribut-atribut ini, Dewi Saraswati tidak hanya menunjukkan kecantikan dan
    kelembutan, tetapi juga menekankan pentingnya ilmu, kebijaksanaan, dan kesucian dalam
    kehidupan.
    Pada hari suci Saraswati, umat Hindu juga melaksanakan brata dengan tidak membaca dan
    menulis selama 24 Jam. Hal ini karena pada hari ini semua pustaka keagamaan dan buku-buku
    pengetahuan lainnya termasuk alat-alat pemujaan yang merupakan “Lingga Stana Hyang
    Saraswati” diatur dalam tempat yang suci. Pemilik pustaka dan buku-buku perlu
    mengendalikan diri agar tidak membaca dan menulis selama 24 Jam agar dapat mempunyai
    cukup waktu untuk melaksanakan pengaturan pustaka dengan baik. Setelah pustaka dirapikan,
    baru disampaikan persembahan berupa banten, kemudian diikuti dengan persembahyangan.
    Ilmu pengetahuan adalah cahaya abadi yang lembut menembus kegelapan, membimbing
    langkah manusia menuju kebijaksanaan dan kebenaran sejati. Setiap aksara menyimpan
    kekuatan suci yang menghidupkan pikiran dan menyucikan jiwa. Mari kita peringati hari suci
    Saraswatui dengan menghaturkan pemujaan kepada Sang Hyang Saraswati, agar melalui ilmu
    pengetahuan kita dapat menyucikan diri dan menyalakan cahaya kebijaksanaan dalam hati.
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print