Hari Saraswati merupakan hari suci umat agama Hindu yang diperingati setiap 210 hari sekali
berdasarkan kalender Pawukon, tepatnya pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung. Secara
etimologi, kata “Saraswati” berasal dari dua suku kata, yaitu kata “Saras” yang berarti sesuatu
yang mengalir dan kecap atau ucapan, dan kata “Wati” yang berarti memiliki. Saraswati berarti
yang mempunyai sifat mengalir dan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.
Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan. Pada hari ini, umat
Hindu melaksanakan pemujaan kepada Sang Hyang Saraswati sebagai Hyang Hyangning
Pangaweruh, yaitu sumber segala pengatahuan yang menjadi asal mula ilmu pengetahuan.
Aksara merupakan satu-satunya Lingga Stana Sang Hyang Saraswati.
Dewi Saraswati adalah dewi dalam agama Hindu yang melambangkan seni, pengetahuan, dan
spiritualitas, yang digambarkan sebagai wanita cantik, lemah lembut, dan bercahaya yang
mencerminkan kemurnian ilmu pengetahuan. Setiap atributnya memiliki makna simbolis,
antara lain:
- Wanita cantik – melambangkan kekuatan yang indah, menarik, lemah lembut, dan
mulia. - Genitri – simbol ilmu pengetahuan yang tak terbatas.
- Pustaka Suci atau Lontar – melambangkan ilmu pengetahuan yang maha suci.
- Teratai – simbol kesucian Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).
- Alat Musik Wina (Veena) – simbol seni budaya yang melambangkan keindahan dan
harmoni - Angsa – melambangkan kebijaksanaan.
Melalui atribut-atribut ini, Dewi Saraswati tidak hanya menunjukkan kecantikan dan
kelembutan, tetapi juga menekankan pentingnya ilmu, kebijaksanaan, dan kesucian dalam
kehidupan.
Pada hari suci Saraswati, umat Hindu juga melaksanakan brata dengan tidak membaca dan
menulis selama 24 Jam. Hal ini karena pada hari ini semua pustaka keagamaan dan buku-buku
pengetahuan lainnya termasuk alat-alat pemujaan yang merupakan “Lingga Stana Hyang
Saraswati” diatur dalam tempat yang suci. Pemilik pustaka dan buku-buku perlu
mengendalikan diri agar tidak membaca dan menulis selama 24 Jam agar dapat mempunyai
cukup waktu untuk melaksanakan pengaturan pustaka dengan baik. Setelah pustaka dirapikan,
baru disampaikan persembahan berupa banten, kemudian diikuti dengan persembahyangan.
Ilmu pengetahuan adalah cahaya abadi yang lembut menembus kegelapan, membimbing
langkah manusia menuju kebijaksanaan dan kebenaran sejati. Setiap aksara menyimpan
kekuatan suci yang menghidupkan pikiran dan menyucikan jiwa. Mari kita peringati hari suci
Saraswatui dengan menghaturkan pemujaan kepada Sang Hyang Saraswati, agar melalui ilmu
pengetahuan kita dapat menyucikan diri dan menyalakan cahaya kebijaksanaan dalam hati.









