081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Penandatanganan Kontrak Pembangunan Gedung SBSN, Kakanwil Tekankan Kualitas dan Ketepatan Waktu

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Kab. Tegal (Humas) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melaksanakan penandatanganan kontrak fisik dan pengawas pembangunan Gedung Balai Nikah dan Layanan Keagamaan yang bersumber dari SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) lanjutan tahun 2025. Kegiatan ini digelar pada Rabu (15/4/2026) di Grand Dian Hotel Guci, Kabupaten Tegal, dan diikuti oleh pelaksana fisik, pengawas, Kasi Bimas Islam, PPK, serta SPK.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembangunan gedung yang bersumber dari SBSN atau pembiayaan berbasis sukuk negara ini terus berjalan setiap tahun sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan keagamaan. Di lingkungan Kementerian Agama, pembangunan tersebut mencakup berbagai sektor, seperti Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, perguruan tinggi keagamaan, hingga fasilitas percetakan Al-Qur’an.

Menurutnya, Gedung Balai Nikah dan Layanan Keagamaan memiliki peran strategis sebagai pusat layanan masyarakat, khususnya dalam pencatatan nikah, layanan kemasjidan, konsultasi keagamaan, dan berbagai layanan lainnya. Selain itu, Kementerian Agama juga terus mendorong penguatan program CTC (Center for Training and Consultation) sebagai wadah konsultasi keagamaan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya kesiapan para penyedia jasa dalam melaksanakan pembangunan, terutama dalam masa kontrak selama 60 hari. Ia meminta agar setiap potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak awal melalui mitigasi yang matang.

“Bapak ibu yang ditunjuk Katim Sarana untuk meneruskan pembangunan yang harusnya sudah jadi di tahun 2025 tapi karena ada reasionalisasi anggaran sehingga baru akan diselesaikan tahun 2026, mohon betul memperhatikan mitigasi risiko. Jika ada persoalan, segera koordinasikan dengan PPK sejak awal,” tegasnya.

Saiful Mujab juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni ketersediaan modal, sumber daya manusia (SDM), dan material. Oleh karena itu, para penyedia diharapkan mampu memenuhi ketiga aspek tersebut secara optimal.

“Dalam membangun gedung dibutuhkan tiga hal penting, yaitu modal, SDM, dan material. Penyedia harus siap dengan ketiganya,” imbuhnya.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk melaksanakan pembangunan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan, mengingat fasilitas yang dibangun merupakan bagian dari layanan keagamaan kepada masyarakat.

“Saya yakin, jika dibangun dengan sepenuh hati dan semangat terbaik, tidak hanya hasil yang baik yang didapat, tetapi juga nilai ibadah. Saya berharap pembangunan ini dapat selesai tepat waktu, tepat kualitas, dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print