Semarang (Humas) — Suasana apel pagi di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Senin (2/3/2026), terasa berbeda. Di awal bulan Maret yang bertepatan dengan momentum puasa, pesan spiritualitas dan pengabdian menguat dalam amanat yang disampaikan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen, Siswo Martono.
Dalam apel yang diikuti seluruh pegawai Kanwil Kemenag Jawa Tengah tersebut, Siswo mengajak ASN untuk memaknai puasa tidak hanya sebagai ibadah personal, tetapi juga sebagai sarana memperkuat integritas dan etos kerja. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai puasa seperti kedisiplinan, pengendalian diri, dan kejujuran harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Momentum ini, menurutnya, bukan hanya milik satu umat, tetapi menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh ASN untuk meningkatkan kualitas pengabdian.
“Sebagai ASN Kementerian Agama, seyogyanya kita dalam menjalankan tugas dijiwai dengan semangat beribadah. Mari kita tetap semangat dalam menjalankan tugas bukan hanya untuk menuntaskan kewajiban, tetapi melaksanakannya dengan maksimal”, ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa sebagai aparatur di lingkungan Kementerian Agama, setiap tugas memiliki dimensi pelayanan sekaligus nilai spiritual. Bekerja dengan niat yang lurus dan komitmen penuh akan melahirkan pelayanan publik yang berkualitas dan berintegritas.
Lebih lanjut, Siswo mengajak seluruh pegawai untuk menjaga semangat kebersamaan dan profesionalitas, khususnya dalam suasana bulan yang penuh makna. Menurutnya, semangat spiritualitas yang tumbuh dalam diri ASN akan menjadi energi positif dalam membangun budaya kerja yang produktif dan berdampak.
Apel pagi tersebut menjadi pengingat bahwa profesionalitas dan spiritualitas bukanlah dua hal yang terpisah. Di lingkungan Kementerian Agama, keduanya justru harus berjalan beriringan sebagai fondasi pelayanan kepada masyarakat.









