Semarang (Humas) — Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Jawa Tengah menggelar sosialisasi wakaf uang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama BWI Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah.

Acara dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang hadir didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Tengah Gunawan Sudharsono, Ketua BWI Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, Ketua Nazhir Wakaf Uang BWI Jateng Eman Sulaeman, serta diikuti oleh perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin Maimoen memberikan contoh langsung dengan melakukan wakaf uang melalui QRIS Bank Jateng Syariah. Ia sengaja melakukannya terlebih dahulu sebagai bentuk teladan sebelum mengajak ASN di Jawa Tengah untuk ikut berwakaf uang.
Menurutnya, memberikan contoh terlebih dahulu merupakan ajaran yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam mengajak umat melakukan kebaikan.
“Nabi Muhammad sebelum mengajak umatnya melakukan kebaikan apa pun, beliau sudah melakukannya terlebih dahulu,” ujarnya.
Taj Yasin juga menceritakan teladan yang diberikan oleh ayahandanya, almarhum KH Maimoen Zubair. Ia mengisahkan bahwa sebelum mengajak masyarakat untuk bersedekah dan berinfak dalam pembangunan masjid di lingkungan tempat tinggalnya, KH Maimoen Zubair terlebih dahulu menyumbangkan dana secara pribadi.

Hal serupa, kata dia, juga dilakukan oleh salah satu gurunya ketika hendak membangun masjid. Sang guru terlebih dahulu bersedekah sebelum mengumumkan kepada masyarakat.
“Ini supaya menjadi suri teladan yang baik bagi masyarakat,” kata Taj Yasin.
Ia berharap langkah tersebut dapat menumbuhkan komitmen bersama serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan wakaf di Jawa Tengah.
“Saya ingin ini menjadi komitmen kita bersama agar bisa memberikan kepercayaan kepada masyarakat Jawa Tengah. Saya yakin banyak masyarakat yang ingin berwakaf, tetapi masih ada rasa takut terhadap kesalahan pengelolaan atau ketidakamanahan nazhir,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Nazhir Wakaf Uang BWI Jawa Tengah Eman Sulaeman menambahkan bahwa wakaf memiliki sifat muabbad atau abadi sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Ia mencontohkan sejumlah wakaf bersejarah di dunia yang hingga kini masih memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Di antaranya adalah Sumur Ruma di Madinah yang merupakan wakaf Sayyidina Utsman bin Affan. Selain itu, terdapat pula Universitas Al Azhar di Mesir yang telah berdiri selama ribuan tahun dan dikelola melalui dana wakaf sehingga mampu memberikan manfaat besar bagi operasional pendidikan serta beasiswa bagi mahasiswa dari berbagai negara.
Contoh lainnya adalah pembangunan Zamzam Tower di kawasan Masjidil Haram yang hasil pengelolaannya dimanfaatkan untuk pemeliharaan dua tanah suci. Ia juga menyebut Wakaf Habib Bugak dari Aceh yang hingga kini masih memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa wakaf itu benar-benar memberikan manfaat yang sangat panjang dan terus mengalir,” jelasnya.
Pada sesi berikutnya, anggota BWI Provinsi Jawa Tengah Ahmad Furqon memaparkan teknis pelaksanaan wakaf uang serta alur yang harus ditempuh bagi masyarakat yang ingin berwakaf.
Ia menjelaskan bahwa gerakan wakaf uang di Jawa Tengah akan dimulai dari kalangan ASN Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai langkah awal untuk memperkuat budaya wakaf di tengah masyarakat.
“Gerakan ini kita mulai dari ASN Provinsi Jawa Tengah sebagai awal untuk membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam wakaf uang,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini diharapkan pemahaman ASN terhadap wakaf uang semakin meningkat sehingga dapat menjadi motor penggerak dalam pengembangan wakaf produktif di Jawa Tengah. (Hilman Najib)








