Semarang (Humas) — Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah menggelar Sosialisasi Wakaf Uang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng. Kegiatan ini berlangsung di Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026).
Acara dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang hadir didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jateng Gunawan Sudharsono, Ketua BWI Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, serta Ketua Nazhir Wakaf Uang Eman Sulaeman. Sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah.

Sebagai pengantar kegiatan, Kabiro Kesra Pemprov Jateng Gunawan Sudharsono menjelaskan bahwa sosialisasi wakaf uang ini dilaksanakan atas arahan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah agar ASN Pemprov Jateng mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai wakaf uang.
Menurutnya, langkah ini penting agar wakaf tidak hanya dipahami sebatas wakaf tanah atau bangunan, tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk uang yang manfaatnya bisa lebih luas bagi masyarakat.
“Bapak Sekda mengarahkan agar dilakukan sosialisasi kepada ASN Pemprov Jawa Tengah serta masyarakat luas terkait wakaf uang. Harapannya, pemahaman masyarakat semakin meningkat dan partisipasi dalam wakaf uang juga semakin berkembang,” ujar Gunawan.
Ketua BWI Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur dalam laporannya menyampaikan bahwa potensi wakaf di Jawa Tengah sangat besar. Saat ini tercatat terdapat sekitar 122 ribu titik tanah wakaf yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah, dan sekitar 80 persen di antaranya telah bersertifikat wakaf.
Ia menegaskan bahwa wakaf uang menjadi alternatif wakaf yang dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak hanya oleh masyarakat yang memiliki kemampuan membeli tanah.
“Wakaf uang ini membuka peluang bagi siapa saja untuk berwakaf, baik yang tua, yang sederhana secara ekonomi, tidak harus orang kaya yang mampu membeli tanah. Wakaf uang ini menjadi alternatif yang sangat baik,” jelas Imam.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun wakaf uang hukumnya sunnah, namun pahalanya akan terus mengalir tanpa putus hingga hari kiamat.
“Amalan wakaf ini tidak akan terputus sampai yaumil qiyamah,” tambahnya.
Imam Maskur juga melaporkan bahwa hingga saat ini penghimpunan wakaf uang dari ASN Kementerian Agama se-Jawa Tengah telah mencapai sekitar Rp2,3 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi langkah BWI dalam mengembangkan gerakan wakaf uang di Jawa Tengah. Ia menyampaikan bahwa selama satu dekade terakhir, pengelolaan zakat melalui Baznas Jawa Tengah telah berjalan sangat baik bahkan menjadi pelopor di tingkat nasional.
Namun demikian, menurutnya wakaf harus dikembangkan sebagai instrumen ekonomi umat yang berbeda namun saling melengkapi dengan zakat.
“Pemberdayaan wakaf ini harus berbeda dengan Baznas, tetapi saling melengkapi dalam pendistribusiannya,” ujar Taj Yasin.
Ia berharap pengelolaan wakaf uang dapat berkembang sebagaimana keberhasilan Baznas Jawa Tengah selama ini.
“Sudah satu dekade Baznas Jateng berjalan bagus bahkan menjadi pelopor di Indonesia. Kami berharap wakaf juga bisa seperti itu dan berjalan lebih baik lagi,” katanya.
Menurutnya, wakaf uang memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai kebutuhan sosial masyarakat, termasuk pembiayaan sektor pendidikan yang hingga kini masih membutuhkan dukungan yang kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah untuk ikut menjadi motor penggerak gerakan wakaf uang.
Ia menegaskan bahwa wakaf tidak harus dilakukan dalam jumlah besar.
“Yang diumumkan jangan hanya yang satu juta saja. Sampaikan juga bahwa wakaf tidak harus satu juta, berapa pun bisa. Yang penting ada niat dan dicatat melalui akta ikrar wakaf,” tegasnya.
Momentum Ramadan, lanjutnya, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat gerakan wakaf uang di tengah masyarakat.
“Saya berharap sosialisasi ini bisa diglow up, kita kelola bersama supaya wakaf uang ini benar-benar menjadi jalan menuju kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” pungkasnya. (Hilman Najib)









