Tuntutan Profesionalisme di Tengah Krisis Jumlah Pegawai

Purworejo – Memasuki awal triwulan pertama Seksi Bimas Islam kembali menggelar kegiatan berupa Pembinaan dan Evaluasi BOP KUA Kecamatan pada Kamis (4/3) bertempat di gedung Graha Siola Pangenrejo. Sebagai peserta, hadir Kepala KUA dan Pengelola BOP KUA se-Kabupaten Purworejo.

Ketua penyelenggara, Mushodiq Ahmad dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk terwujudnya pengelolaan anggaran operasional KUA yang tepat secara tertib, efektif, transparan dan akuntabel sesuai dengan perencanaan, penggunaan dan kebutuhan KUA.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo, H. Fatchur Rochman, M.Pd.I. dalam sambutannya mengatakan bahwa setiap kegiatan apabila diawali dengan perencanaan matang, detail dan terperinci dengan memperhatikan evaluasi tahun yang telah lalu maka akan menghasilkan kegiatan yang maksimal dan sempurna. “KUA yang paling paham kebutuhan masing-masing. Karena itu, mohon selalu diperhatikan pentingnya perencanaan kegiatan agar dalam pelaksanaan kegiatannya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” pesannya. 

“Hendaknya program Jateng Majeng di Kementerian Agama dapat diimplementasikan pada pelaksanaan kegiatan sehingga menghasilkan penyusunan laporan yang maju, jernih, akuntabel dan ngayomi,” sambungnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kanwil, yaitu Kepala Bidang Urais dan Pembinaan Syariah, Drs. H. Muh Arifin, M.Pd.I. Dalam paparannya, Muh Arifin menyampaikan bahwa kondisi pegawai KUA di Jawa Tengah saat ini bisa dikatakan krisis pegawai karena jumlah aplikasi yang ada di KUA lebih banyak daripada jumlah pegawainya. “Untuk itu skala prioritas dan kecermatan perencanaan anggaran belanja haruslah tepat, karena KUA harus bisa menerapkan profesionalisme dalam pekerjaan sehari-hari,” katanya.

“Kekurangan tenaga pegawai tidak mencegah kita untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Muh Arifin. (hws/sgy/bd)