Kemenag Rembang Turut Tangani 33 Anak Tidak Sekolah

Rembang – Kementerian Agama Kabupaten Rembang turut mendorong pendidikan masyarakat Rembang dengan mencegah anak tidak sekolah (ATS). Pencegahan ini diwujudkan dengan keikutsertaan secara aktif Kemenag Rembang dalam tim Gerakan Ayo Sekolah 12 tahun (GAS Pol 12) Pemkab Rembang.

Tim dari Kemenag Rembang yaitu staf Seksi Pendidikan Madrasah, Chaizatul Chasanah.Untuk mengawali kinerja pada tahun 2022, tim GAS Pol 12 ini mengikuti Workshop Rekonfirmasi Data dan Pengembangan Dokumen Perencanaan Pendidikan Desa Berbasis Data Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) pada 4 desa pilot project di Aula Bappeda Rembang, Senin (10/1/2022).

Pada kegiatan ini terungkap, program Gerakan Ayo Sekolah 12 tahun (GAS Pol 12) Pemkab Rembang akan menuntaskan penanganan 33 Anak Tidak Sekolah (ATS). “Penuntasan ini sebagai tindak lanjut dari 28 anak tidak sekolah yang sudah ditangani pada tahun 2021,” kata Chaiza ketika diwawancara Kamis (13/1/2022).

Pada workshop tersebut, dilakukan validasi data yang sudah diinput tim pendata desa melalui aplikasi SIPBM. Chaiza mengatakan, validasi data ini penting untuk menyusun perencanaan pendidikan yang ada di desa.

Program GAS Pol 12 ini terselenggara atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Rembang dan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang serta Unicef. Desa yang ditunjuk sebagai pilot project yaitu Desa Sridadi Kecamatan Rembang, Desa Jeruk Kecamatan Pancur, Desa Sidorejo Kecamatan Pamotan dan Desa Mojosari Kecamatan Sedan.

“Untuk tahun 2022 akan menangani 33 ATS. Rinciannya, 16 anak asal Desa Mojosari, 11 anak dari Desa Jeruk, 3 anak dari Desa Sidorejo dan 3 anak dari Desa Sridadi. (iq/rf).