Penyuluh Sasar Kaum Ibu dan Anak

Rembang — Tanggungjawab sebagai Penyuluh Agama Non PNS di Kemenag selaiknya direalisasikan dengan memberi penyuluhan keagamaan. Penyuluhan ini bisa dilakukan di majlis taklim atau di setiap peringatan hari besar islam di tengah-tengah masyarakat di desa binaan masing-masing.

Tujuannya, agar peran penyuluh Agama Islam sebagai corong terdepan Kementerian Agama lebih dikenal masyarakat luas.

Seperti halnya yang di lakukan Sri Setyaningsih Penyuluh Agama Islam di KUA Pamotan. Perempuan yang akrab disapa Tya ini memberikan penyuluhan di majlis taklim setiap hari, usai dhuhur sampai jam 5 sore.

Kajiannya beragam. Mulai dari mengajar ‘ngaji maupun tahfidz anak-anak, ibu-ibu, hingga kajian kitab hadist Riyadus Riyadus Sholihin.

Pada Rabu (23/02/2022), Sri Setyaningsih membaca hadist bab taubat nomer 12.

وعن ابي هريرة رضي الله عنه ان النبي صلى الله عليه وسلم قال:

يضحك الله سبحانه وتعالى الى رجلين يقتل احدهما الاخر يدخلان الجنة يقاتل هذا فى سبيل الله فيقتل ثم يتوب الله على القاتل فيسلم فيستشهد،

متفق عليه.

“Hadist yang standartnya di shohihkan Imam Bukhari Muslim ini menceritakan, bahwa sabda Baginda Nabi Muhammad SAW. Allah senang sekali sampai tertawa melihat dua lelaki yang pernah saling bunuh pada akhirnya mereka masuk surga. Yaitu ketika dalam peperangan  Seorang muslim akhirnya terbunuh.Setelah merasa bersalah orang kafir sang pembunuh itu akhirnya taubat memohon ampun kepada Allah, dan Allah menerima taubatnya.Hingga akhirnya ia masuk islam dan disaksikan para malaikat ia adalah orang yang baik,” terang Tya.

Berdasarkan hadist ini, kata Tya, seperti yang pernah di sampaikan Rosulullah saw, Sebaik-baik orang yang berdosa atau bersalah adalah yang mau bertaubat atas kesalahannya sendiri. “Dan Allah pasti menerima taubat hamba-hamba-Nya,” pungkasnya. – Gusman/iq/rf