Kakankemenag Ajak Siswa Katholik Terapkan Moderasi Beragama

Rembang – Penguatan moderasi beragama di tahun toleransi ini merambah ke semua elemen masyarakat. Di antaranya adalah pada siswa tingket menengah. Penguatan moderasi beragama ini di antaranya dilakukan oleh Penyelenggara Katholik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang dengan menggelar pembinaan pembangunan Karakter siswa Katholik pada siswa pada Selasa (22/3/2022) di Teras Kota, Rembang.

Fatah mengatakan, moderasi beragama mutlak dijalankan pada suatu negara yang kental akan keberagaman. Indonesia adalah salah satunya. Bahkan, tahun ini dicanangkan sebagai tahun toleransi sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan, persatuan dan kesatuan NKRI.

“Indonesia itu negara yang sangat beragam. Jumlah pulaunya sekitar 17ribu, ada 1.340 suku ada sekitar 700 bahasa. Semua jenis manusia dari yang kulit putih hingga hitam, hidung mancung hingga pesek, semua ada di Indonesia,” kata Fatah.

Persatuan Indonesia tersebut tak terlepas dari sikap toleransi masyarakatnya. “Tak hanya saat ini, pendahulu kita juga sudah memberi contoh toleransi. Sebagai contoh, bangunan Masjid Sunan Kudus yang berbentuk Pura sebagai tempat ibadah umat Hindu,” sebut Fatah.

Fatah meminta para siswa untuk menerapkan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Moderasi beragama berarti  sikap atau cara pandang perilaku beragama yang moderat, toleran, menghargai perbedaan, dan selalu mengejawantahkan kemaslahatan Bersama.

Penyelenggara Katholik, Yohanes Hariyadi mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa dari SMA/SMK di Kabupaten Rembang. Hadir dalam kegiatan ini, Kakankemenag Kabupaten Rembang, M. Fatah, Penyelenggara Katholik Kemenag Rembang, Yohanes Hariyadi, dan beberapa guru Agama Katholik tingkat SMA/SMK. — iq/rf