Jemaah Haji Indonesia Diimbau Tidak Jemur Pakaian di dalam Kamar

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Makkah – Jemaah haji asal Indonesia diimbau tidak menjemur pakaian di dalam kamar. Jemaah diminta mencuci dan menjemur pakaian di ruang yang telah disediakan oleh hotel.

Ketua Kloter SOC09, Ahmad Fahimi menyampaikan hal itu, Senin (27/6/2022) dari Makkah Al-Mukaromah. “Orang Indonesia itu terkenal akan kreativitasnya. Contohnya adalah ketika jamaah haji Indonesia mensiasati keterbatasan tempat jemuran pakaian, hingga mereka menjemur di dalam kamar tidur,” kata Fahimi.

Memang jemaah haji yang tinggal di daerah Jawa tepatnya di hotel kiswah Tower jumlahnya sangat banyak. Dari 5 Tower yang tersedia masing-masing berisi sekitar 5000 jamaah sehingga total ada sekitar 25.000 jamaah dalam satu kompleks yang sangat berdekatan dan terhubung satu sama lainnya.

Andai saja satu jamaah mencuci dua potong pakaian maka akan ada 50.000 potong pakaian yang harus dijemur. Pihak hotel sebenarnya sudah menyediakan ruang khusus untuk mencuci dan menjemur pakaian. Tentu saja ruangan tersebut adalah ruangan indoor alias tidak terkena sinar matahari langsung. Ruang cuci tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas mesin cuci sekitar 25 buah.

“Walaupun sudah disediakan ruangan khusus tetapi tetap saja ruangan tersebut tidak bisa memenuhi seluruh keperluan jamaah untuk menjemur pakaian. Akhirnya muncullah berbagai macam pensiasatan cara menjemur pakaian yaitu dengan memasang tali di dalam kamar,” aku Fahimi.

“Beberapa hari lalu ada kejadian lucu berkaitan dengan jemuran pakaian. Banyak jamaah yang membawa tali dari rumah untuk membuat jemuran. Tali tersebut ada yang diikatkan di hidran untuk pemadam kebakaran otomatis yang ada di setiap kamar. Karena tidak kuat menahan beban pakaian akhirnya hidden tersebut lepas sehingga menimbulkan banjir. Air membasahi seluruh ruang kamar mulai dari kasur sampai karpet,” ungkap Fahimi.

Akhirnya hal tersebut menjadikan pihak hotel mengambil langkah tegas. Seluruh tali untuk menggantung pakaian yang tidak pada tempatnya diputus oleh pihak hotel. Serta pihak hotel juga melarang jamaah untuk menjemur pakaian di tangga darurat hotel. Jika masih ada yang membandel maka pakaian tersebut akan di sweeping dan disita.

Usai kejadian tersebut, Fahimi sempat berkeliling di ruang cuci dan penjemuran yaitu ruang lantai H. Tiga hari yang lalu ruang tersebut sangat penuh dengan pakaian yang berseliweran ke sana kemari dengan berbagai tali yang melintang ke sana kemari. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak jamaah yang mengalami disorientasi ketika masuk lantai H. Memang lantai H untuk Tower 2 terhubung otomatis dengan Tower 3. Maka tidak jarang banyak jamaah haji yang kebingungan ketika mau kembali ke kamarnya. Karena ketika masuk lift ternyata lift tersebut sudah berada di tower 3.

 “Alhamdulillah semenjak kejadian kamar kebanjiran yang terjadi di tower 3, semua tali-tali yang melintang tidak beraturan sudah diputus oleh pihak hotel, sudah agak kelihatan lebih rapi daripada 3 hari yang lalu,” tulis Fahimi.

Urusan jemuran ini juga sempat menjadi perhatian khusus petugas Sektor 4. Di sela-sela pembinaan semua petugas kloter di tower 2, Nur Ahmadi staf dari Sektor 4  sempat menyinggung urusan jemuran. “Tolong jamaah diberi pengertian untuk tertib dalam membuat jemuran.  Jamaah tidak usah sering-sering mencuci karena kelembaban udara di Mekkah ini sangat sedikit sehingga tidak banyak keluar keringat,” demikian pesan Nur Ahmadi.

Makkah, 27 Juni 2022

Kontributor: Ahmad Fahimi, M.Pd

Editor : Shofatus Shodiqoh/Surifah