Jemaah Haji Rawan Tersesat di Mina

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Mina –Dalam rangkaian ibadah haji, melempar jumroh aqabah dan mabit di mina adalah salah satu wajib haji. Semua jamaah yang tidak berhalangan diwajibkan untuk melontar jumrah pada hari aqabah, hari tasyrik pertama dan kedua bagi yang nafar awal, dan dilanjutkan hari tasyrik ketiga bagi yang nafar Sani.

Bagi jamaah yang tidak mampu atau sakit, bisa diwakilkan kepada jemaah haji yang lain. Jamaah juga diwajibkan untuk mabit atau menginap di mina. Mabit di Mina minamal dilakukan selama dua malam yakni malem ke 11 dan 12 Dzulhijjah, dan dilanjutkan dengan mabit malam ke 13 bagi yang mengambil Nafar Sani.

“Dengan adanya kewajiban untuk mabit di Mina maka pemerintah dalam hal ini melalui muasasah / syarikah dan maktab harus menyediakan akomodasinya. Akomodasi yang dimaksud meliputi, tenda untuk menginap serta konsumsi selama menginap,” kata Ketua Kloter SOC 09, Ahmad Fahimi dalam keterangan tertulisnya, Ahad 10 Juli 2022.

Fahimi berpendapat, saat ini tenda di Mina sudah jauh lebih baik daripada keadaan di musim haji sebelum pandemi. Tenda-tenda untuk jamaah sudah dilengkapi kasur, bantal dan selimut untuk setiap jamaah.

“Hanya saja jemaah haji harus benar-benar mengingat-ingat letak tendanya dengan benar. Hal itu dikarenakan semua tenda yang berjumlah ribuan ini berbentuk corak dan warna yang sama. Tentu akan sulit bagi jemaah haji yang sudah tua tua untuk menghafal letak tendanya. Hal ini mengakibatkan hampir setiap hari ada laporan jemaah haji yang tersesat atau kebingungan mencari tendanya,” ungkap Fahimi.

Tentu saja akan menambah kerjaan para petugas haji Indonesia yang harus sering-sering mencari atau mengantarkan jemaah haji yang tersesat. Jemaah haji yang tersesat biasanya karena terpisah setelah prosesi melontar jumroh. “Petugas haji melalui ketua kloter sudah berulangkali mengingatkan supaya jemaah tidak terpisah dengan Rombongan, minimal dengan satu grupnya. Dan jangan melontar jumroh sendirian, ” tegasnya.

Bagi yang sudah paham IT, ketua kloter mengingatkan jemaah untuk menandai lokasi tendanya di google map. Sehingga sepulang dari melempar jumroh bisa langsung mengaktifkan google mapnya.

Mina, 10 Juli 2022
Kontributor : Ahmad Fahimi
Editor :Shofatus Shodiqoh/rf