Kemenag Andil dalam Pengawasan WNA di Rembang

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Rembang  — Kabupaten Rembang memiliki beberapa Perusahaan dengan status PMA (Penanaman Modal Asing). Hal ini berkonsekuensi, banyak Warga Negara Asing yang berdomisili di Rembang. Untuk menjaga kondusivitas masyarakat, diperlukan kerja sama antar instansi terhadap pengawasan WNA tersebut.

Hal ini terungkap dalam Rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) Kabupaten Rembang yang diadakan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati, Rabu (14/6/2023) di Hotel Polos Rembang.

Rapat ini dihadiri oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati yang diwakili Kasi Intel, Yogi,  Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten  Rembang, Dwi Purwanto, Kasi Intel Kejari Rembang, Agus Yuliana, Polres, Kodim 0720, BIN, BAIS, Kodam dan Korem wilayah Rembang dan perwakilan OPD Kabupaten Rembang, termasuk Kemenag Rembang.

Yogi mengatakan, berdasarkan data Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati, jumlah WNA di Kabupaten Rembang berjumlah 52 orang. “Ini yang sudah terdaftar di kantor kami,” kata Yogi.

Dia mengatakan, WNA yang berada di wilayah Kab. Rembang saat ini dalam situasi aman dan kondusif tidak seperti yang di Kabupaten lain. “Di daerah lain ada yang membuat keributan dengan meminum Miras. Ini kita jadikan pengalaman terkait WNA yang tinggal di Rembang untuk menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang ada di daerah kita, agar tidak terpengaruh dari budaya dari luar,” ujar Yogi.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto di Rembang mengatakan, di Rembang sudah mulai masuk perusahaan asing. Namun situasi masih kondusif. “Yang di desa atau kecamatan mungkin bisa mendata WNA sehingga ke depannya bisa dilakukan pemetaan terkait WNA,” kata Dwi.

Humas Kemenag Rembang yang hadir sebagai peserta rapat, Shofatus Shodiqoh mengatakan, sebagian KUA di Rembang telah melayani pernikahan WNA. Beberapa di antaranya tinggal di Rembang. Terkait dengan majlis taklim yang mendatangkan mubaligh dari luar negeri, sejauh ini belum ada masalah. “Kemenag Rembang memiliki 126 penyuluh Agama Islam dan puluhan penyuluh Agama non Islam. Sejauh ini belum ada masalah ada majlis ta’lim,” terangnya. — iq/rf