Ma’la, Pemakaman yang Tak Pernah Sepi Diziarahi Jemaah Haji Indonesia

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Makkah — Salah satu pemakaman yang terkenal di kota Makkah adalah pemakaman Ma’la. Di pemakaman ini telah dikebumikan istri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang paling beliau cintai yakni Siti Khadijah. Selain Siti Khadijah di pemakaman ini juga banyak dimakamkan tokoh-tokoh ulama nasional dari Indonesia.
Menurut KH Hisyam Zamroni dari Jepara yang ditemui Ahmad Fahmi (Ketua Kloter SOC 9), seusai melakukan ziarah di ma’la mengatakan, di ma’la ini telah dimakamkan 32 ulama nasional dari Indonesia. Pemakaman Ma’la semakin terkenal bagi masyarakat Indonesia setelah meninggalnya ulama besar KH Maimun Zubair pada tahun 2019. Hampir setiap musim haji dan umroh jamaah dari Indonesia menyempatkan untuk berziarah ke makam KH Maimun Zubair di Ma’la.

Hari Jumat pagi tanggal 24 Juni 2022, Ahmad Fahimi bersama beberapa petugas kloter dari SOC menyempatkan diri untuk berziarah di ma’la. Sebagaimana lazimnya umat Muslim Nusantara yang berziarah kubur di hari Jumat maka hari Jumat ini pun pemakaman Ma’la ramai diziarahi jamaah haji dari Indonesia.
“Akses untuk menuju Ma’ la tidaklah sulit, jemaah haji hanya cukup turun di terminal bus Syeb Amir kemudian berjalan lurus melewati bawah jalan layang hingga sampai masjid jin. Dari masjid jin sudah akan terlihat pintu gerbang makam ma’la. Jadi hanya sekitar 700 meter dari terminal Syeb amir,” terang Fahimi.

Sesampainya di makam Ma’la, hampir semua penjaga makam akan mengetahui letak posisi makam KH Maimun Zubair karena memang makam itu adalah yang paling sering diziarahi jemaah haji maupun umroh dari Indonesia. Makam Kyai Maimun terletak di deret nomor 151 baris ke-4.

Kadang penjaga makam akan berbaik hati mengantarkan penziarah mulai dari pintu gerbang makam sampai ke tempat di mana KH Maimun zubair kebumikan dengan menggunakan mobil golf. “”Pagi itu ketua kloter SOC 09 mendampingi pembimbing ibadah kloter 02 KH Atabik sempat diantar menggunakan mobil golf,” kata Fahimi.

Hal ini terjadi karena KH Ahmad attabik sangat lancar berbahasa Arab sehingga mampu berkomunikasi dengan para penjaga makam tersebut.

Kontributor :Ahmad Fahimi

editor : Shofatus Shodaqoh/Surifah

Makkah 25/Juni/ 2022