MTsN 2 Rembang Dorong Siswa Tunaikan Salat Dhuha

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

MTs N 2 Rembang – Program kegiatan pembiasaan sholat dhuha di MTs Negeri 2 Rembang merupakan salah satu upaya positif yang dilakukan madrasah untuk menguatkan karakter siswa. Hal ini dalam rangka merealisasikan salah satu misi madrasah yakni membangun kepribadian siswa yang religius.

Pada tahun-tahun sebelumnya pembiasaan sholat dhuha dilaksanakan bersama-sama oleh guru dan siswa menjelang jam pertama di mushola Al-Amin. Namun kali ini, dikarenakan mushola masih dalam renovasi kegiatan sholat dhuha di lakukan siswa di dalam kelas masing-masing.

Kepala MTs Negeri 2 Rembang, Muhammad Yunus Anis, membenarkan bahwa saat ini kegiatan sholat dhuha dilaksanakan di dalam kelas masing-masing dengan di damping wali kelas. Yunus Anis meminta walaupun mushola Al-Amin belum bisa di fungsikan karena perbaikan, kegiatan sholat dhuha tetap berjalan hingga nanti setelah pengerjaan mushola selesai kegiatan ini akan dipusatkan kembali di dalam mushola.

Menurut Yunus Anis kegiatan shalat dhuha setiap hari, adalah dalam rangka memberikan pembekalan ilmu agama kepada siswa agar mereka mempraktekkan dalam kesehariannya dimanapun. “Dengan begitu ada tanggung jawab besar MTs Negeri 2 Rembang dalam memberikan pendidikan agama untuk seluruh peserta didik yang diamanahkan oleh orang tua/wali untuk menimba Ilmu di madrasah ini,” ungkapnya.

Koordinator Seksi Keagamaan, Sugiarto Syahrozi menyampaikan, program sholat dhuha yang dilakukan setiap pagi sebelum jam pelajaran berlangsung mampu memberikan energy positif bagi semua yang ada di lingkungan madrasah. Dijelaskan oleh Sugiarto, sholat dhuha ini dilakukan oleh oleh para guru, karyawan dan khususnya peserta didik. “Dengan demikian diharapkan ada semangat baru bagi peserta didik untuk menghadapi kegiatan pembelajaran dengan hati dan fikiran yang lebih terbuka dalam menerim materi pelajaran” ungkap Sugiarto.

Lebih lanjut Sugiarto mengatakan selain sebagai pengembangan karakter pada aspek religius, juga pengembangan karakter aspek gotong royong. Sebelum dan sesudah sholat peserta didik menyiapkan dan membereskan kembali sarana yang telah digunakan saat sholat sehingga ruangan kelas tetap terjaga dan benar-benar siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Melalui pelaksanaan shalat dhuha berjamaah ini, sekolah berusaha memberikan pondasi yang kuat mengenai penanaman ibadah sejak dini. Siswa akan terbiasa melaksanakan shalat dhuha baik di madrasah maupun di rumah,” tambah Sugiarto. – wient/iq/rf