Perdana, Sosialisasi Kampung Moderasi Beragama di Salatiga

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Salatiga— Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga menggelar giat Sosialisasi Kampung Moderasi Beragama (KMB) bertempat di Aula Kecamatan Sidomukti Salatiga, Kamis, (25/5/23).

Tampak hadir Kabag Penais Zawa Kanwil Kemenag Prov. Jateng, H. Imam Buchori, Kepala Kemenag Kota Salatiga, H. Wiharso, Kasi Bimas Islam, Hj. Siti Handayani, Pelaksana Seksi Penais Zawa Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Dasiri dan Humas.

Dalam laporannya Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Salatiga, Hj. Siti Handayani mengatakan giat KMB diikuti 47 orang yang terdiri dari Camat se kota Salatiga, Kepala KUA dan Penyuluh Agama PNS dan Non PNS.

Lebih lanjut Handayani mengatakan maksud dan tujuan pembentukan Kampung Moderasi Beragama dimaksudkan sebagai upaya pembangunan paradigma masyarakat tentang kesadaran moderasi beragama yang dilaksanakan dengan berbasis pada lingkungan di Wilayah satuan Kerja Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Kota Salatiga, H. Wiharso mengatakan Penguatan Moderasi Beragama merupakan salah satu dari tujuh (7)  program prioritas Kemenag.

“Seluruh ASN Kemenag sudah melaksanakan Computer Assisted Test (CAT) terkait Moderasi Beragama, selanjutnya untuk menindaklanjuti Moderasi Beragama dapat merambah ke Kampung Moderasi Beragama,” tutur Wiharso.

Wiharso menambahkan kemoderatan Moderasi Beragama ada empat (4) indikator yang harus dimiliki ASN Kemenag yakni Komitmen Kebangsaan, Toleransi, Anti kekerasan dan Penerimaan Terhadap tradisi.

Selanjutnya Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah, H. Imam Buchori mengatakan Kota Salatiga menjadi Kota perdana pelaksanaan Sosialisasi kampung Moderasi Beragama di Jawa Tengah.

Ditambahkan oleh Buchori, dalam RPJMN yang dikukuhkan melalui Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 pada 17 Januari 2020, moderasi beragama ditempatkan sebagai modal sosial mendasar untuk pembangunan bangsa.

Selanjutnya dengan Program Kampung Moderasi ini akan mencoba menyatukan berbagai perbedaan terutama dalam hal agama atau kepercayaan untuk saling menghargai dan menjunjung toleransi. Nantinya Kampung Moderasi bisa dijadikan sebagai role model bagi seluruh wilayah di Indonesia mengenai indahnya rasa persatuan dalam berbagai perbedaan.

Sebagai pemateri dari Pelaksana ASN Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Dasiri mengatakan sukses atau tidaknya keberhasilan Kampung Moderasi beragama tergantung pada pundak penyuluh. Harapannya Salatiga sebagai Indonesia mini menjadi distinasi Moderasi Beragama secara Nasional dan membawa nama Salatiga semakin berprestasi, harapnya.(Humas-KK-YF-HA)