Tim Hadrah MTsN 8 Sragen Undang Decak Kagum Penonton Festival Budaya Gunung Kemukus

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Sragen – Tim Hadrah Rebana MTsN 8 Sragen berhasil mencuri perhatian penonton dalam Festival Budaya Gunung Kemukus yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sragen untuk menyambut Tahun Baru 1445 Hijriyah. Festival ini berlangsung di Obyek Wisata Religi Makam Pangeran Samudra Gunung Kemukus pada Selasa, (18/07).

Kehadiran tim hadrah rebana dari MTsN 8 Sragen dalam festival ini menjadi kebanggan tersendiri bagi MTsN 8 Sragen terutama dari Waka Kesiswaan Khumaidi yang turut serta mendampingi tim dalam lomba.

‘’Festival Hadrah ini jarang terdengar lagi dan telah lama tidak diadakan oleh pemerintah, dengan adanya festival yang memberi kesempatan pada  MTsN 8 tentu sangat membanggakan kami dan akan menjadi media promosi bagi madrasah kami serta turut menyumbang satu budaya Islam yang kami geluti,” kata Khumaidi.

Ustadz Hasan, sebagai pelatih tim hadrah rebana, merasa sangat bahagia dan puas dengan penampilan gemilang siswa didikannya. Penampilan tim berhasil membuat penonton terkesima dan mengundang decak kagum. Hasan mengatakan, “Semoga kesenian hadroh rebana ini akan terus dikembangkan dengan inovasi dan kreasi kekinian, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di era sekarang ini,” ucapnya.

Festival Budaya Gunung Kemukus menampilkan rangkaian kegiatan yang menarik bagi pengunjung, termasuk agenda doa bersama dan sholawat di malam hari. Selain itu, para pengunjung juga dapat menikmati kesenian hadrah yang menjadi daya tarik utama festival ini. Varo, seorang wisatawan dari luar kota, menyatakan kekagumannya terhadap keunikan seni budaya hadrah tersebut. Meski menggunakan alat musik sederhana, suara yang dihasilkan mampu membahana dan lagu-lagu yang disajikan tidak pernah didengarnya sebelumnya.

Varo juga menekankan bahwa festival ini memiliki daya tarik unik karena mengangkat seni dan budaya tradisi Islam. Para grup peserta diwajibkan membawakan dua lagu dengan durasi maksimal 15 menit, tetapi penampilan mereka mampu menghibur penonton di tengah gencarnya musik-musik genre lainnya.

Festival Budaya Gunung Kemukus ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenali lebih dekat seni budaya tradisional Islam, khususnya seni hadrah rebana yang jarang dipertunjukkan dalam acara-acara modern. Semoga keberadaan festival ini dapat terus menjadi wadah untuk melestarikan dan mengapresiasi kekayaan seni budaya Indonesia yang bernuansa Islam.(wvz/Sua)