Semarang (Humas) – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Sukoharjo, Jawa Tengah, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi International Science Technology and Engineering Competition (ISTEC) 2026 yang berlangsung di Bali pada 7 hingga 10 Mei 2026, tim robotik madrasah tersebut berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yakni Juara 2 dan Juara 3 pada babak Grand Final.
Kompetisi tahunan ini mempertemukan ratusan inovator muda dari berbagai negara untuk mengadu ketangkasan dalam bidang sains, teknologi, dan teknik. MTsN 2 Sukoharjo yang mengirimkan delegasi terbaiknya tampil memukau di hadapan dewan juri internasional melalui inovasi robotik yang dinilai memiliki nilai guna tinggi dan presisi teknis yang matang.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para siswa di bawah bimbingan tim teknis madrasah yang telah melakukan persiapan intensif selama beberapa bulan terakhir.
“Pencapaian ini adalah buah dari kerja keras, konsistensi, dan doa dari seluruh keluarga besar MTsN 2 Sukoharjo. Meraih Juara 2 dan Juara 3 di tingkat internasional membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dalam penguasaan teknologi mutakhir secara global,” ujar Kakanwil.
Menurutnya keberhasilan ini tidak diraih dengan instan. Fokus pengembangan tidak hanya pada kemampuan mekanik robot, tetapi juga pada pemrograman dan orisinalitas ide.
Keberhasilan para siswa tersebut dipandang sebagai sinyal positif bagi perkembangan pendidikan di lingkungan madrasah yang kini semakin melek teknologi tanpa meninggalkan karakter religiusnya.
Dengan hasil ini, MTsN 2 Sukoharjo tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Sukoharjo dan Provinsi Jawa Tengah, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta kompetisi teknologi pelajar di tingkat dunia. Kepulangan tim juara ini diharapkan dapat memotivasi siswa-siswi lain untuk terus berinovasi dan tidak ragu mengeksplorasi dunia robotika lebih dalam.(s)











