081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

“Taman Cahaya” Digagas Jadi Ikon Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI di Jawa Tengah

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) – Persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat nasional terus dimatangkan. Tim Konsultan Perencana Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen pada Senin (9/3/2026) di Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Tengah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab, Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Jateng, Sekretaris Daerah Kota Semarang, serta tim konsultan perencana MTQ Nasional.

Dalam pemaparannya, tim perencana yang diwakili Sandy menyampaikan gambaran besar tahapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI yang direncanakan berlangsung di Semarang pada 11–20 September 2026.

Sandy menjelaskan, perencanaan mencakup penentuan event organizer (EO), penetapan lokasi kegiatan, hingga penyusunan rangkaian agenda utama dan pendukung selama pelaksanaan MTQ Nasional. Selain itu, tim juga telah menyiapkan tiga pilihan tema beserta konsep key visual yang nantinya akan menjadi identitas resmi perhelatan akbar tersebut.

Salah satu konsep yang ditawarkan adalah menghadirkan “Taman Cahaya MTQ Nasional XXXI” di Lapangan Pancasila Simpang Lima. Area tersebut dirancang sebagai pusat kemeriahan acara dengan konsep pencahayaan artistik yang merepresentasikan semangat Al-Qur’an dan keberagaman budaya.

“Kami ingin melakukan branding Lapangan Pancasila menjadi Taman Cahaya. Harapannya, jika orang berbicara tentang Taman Cahaya, maka yang teringat adalah Jawa Tengah,” jelas Sandy dalam paparannya.

Menanggapi konsep tersebut, Kakanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab menekankan pentingnya pemilihan tema yang memiliki keterkaitan kuat dengan karakter Jawa Tengah sekaligus nilai-nilai Al-Qur’an.

“Tema yang diangkat harus relevan dengan Jawa Tengah dan semangat MTQ. Jawa Tengah dikenal dengan istilah menyala, maka sebisa mungkin temanya memiliki filosofi agar ‘menyala’ untuk umat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan sejumlah masukan terhadap konsep visual dan tata panggung yang dipaparkan tim perencana.

Ia menyampaikan bahwa secara umum konsep logo dan maskot yang disiapkan telah disepakati, termasuk visual pencahayaan yang dinilai sudah mampu menggambarkan keberagaman.

“Logo dan maskot saya sudah sepakat. Terkait pencahayaan dan key visual-nya juga sudah bagus, sudah menggambarkan keberagaman tersendiri. Tinggal penyesuaian saja pada detail visualnya,” kata Taj Yasin.

Selain itu, ia juga menyoroti rencana lokasi panggung utama yang akan digelar di kawasan Simpang Lima Semarang. Menurutnya, penataan area khusus tamu undangan perlu diperhatikan agar tidak terlalu jauh dari panggung utama.

Menutup audiensi, Wakil Gubernur berharap proses penentuan tema dan penyempurnaan konsep visual dapat segera diselesaikan agar tahapan persiapan berikutnya dapat berjalan tepat waktu menuju pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI pada September mendatang. (Hilman Najib)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print