081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Tausiyah Tarling Putaran ke-11 di Kanwil Kemenag Jateng, KH Hasan Asy’ari Ulama’i Tekankan Pentingnya Silaturahim

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas)— KH Hasan Asy’ari Ulama’i menyampaikan tausiyah tentang pentingnya menjaga silaturahim dalam rangkaian Tarawih Keliling (Tarling) putaran ke-11 Badan Amalan Islam (BAI) Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Masjid Al Hikmah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno, unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, perwakilan Pangdam, perwakilan Polda Jawa Tengah, perwakilan Lanud, serta tamu undangan dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah termasuk Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab selaku tuan rumah.

Dalam tausiyahnya, KH Hasan Asy’ari Ulama’i menekankan bahwa silaturahim merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia terlahir dari rahim seorang ibu, sehingga sudah menjadi kewajiban untuk terus merawat hubungan antarsesama.

“Yang namanya silaturahim bukan sekadar membalas kunjungan. Silaturahim yang sejati adalah ketika seseorang mulai menjauhi kita, tetapi kita tetap menyambutnya dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan keutamaan menjaga silaturahim.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Yang artinya: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim.” (HR. Al-Bukhari).

Menurutnya, hampir setiap orang berharap rezekinya dimudahkan. Salah satu cara untuk membuka pintu rezeki adalah dengan memperluas jejaring melalui silaturahim yang baik.

“Orang yang memiliki jejaring luas, biasanya rezekinya juga luas. Makna jejaring ini menjadi sangat penting, apalagi dalam kehidupan pemerintahan. Kalau semuanya menjadi musuh, tentu semua urusan akan menjadi rumit,” ungkapnya.

Selain berdampak pada kelapangan rezeki, silaturahim juga menjadi sebab dipanjangkannya usia seseorang dalam makna keberkahan hidup dan dikenangnya kebaikan seseorang oleh banyak orang.

Ia mencontohkan para ulama besar seperti Imam Thabrani dan Imam Bukhari yang hingga kini tetap dikenal luas melalui karya-karya dan sanad keilmuan mereka.

“Siapa yang tidak mengenal Imam Thabrani, Imam Bukhari, para periwayat hadis dan penulis kitab-kitab besar. Sampai sekarang kita masih mengenal mereka. Salah satu sebabnya adalah karena kuatnya silaturahim dalam jaringan keilmuan mereka,” pungkasnya. (Hilman Najib)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print