berita Terkini
  • Sabtu, 28 Mei 2016, 16:15 Kakanwil : Berdayakan Kreatifitas Anak Karanganyar - MTsN Karanganyar pagi hari ini menyelenggarakan akhirussanah bagi siswa kelas IX di Gedung Bulu tangkis Cangakan Karanganyar. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Ahmadi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar Mustain Ahmad, Camat Karanganyar dan diikuti oleh 285 siswa kelas IX beserta wali murid. Beberapa kreatifitas siswa ditampilkan antara lain: rebana, pidato 4 bahasa (Indonesia, Arab, Inggris, dan Jawa), tari ...
  • Sabtu, 28 Mei 2016, 16:02 Budaya Kerja Kemenag Kembalikan Guru Pada Marwahnya Karanganyar  – Budaya kerja itu dipengaruhi oleh lingkungan dan zamannya. Kita yang bekerja di satu gerbong birokrasi pernah mengalami budaya kerja yang berbeda-beda, dimana hal yang tadinya tidak baik menjadi baik atau bahkan sebaliknya, yang baik menjadi tidak baik.  Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Musta’in Ahmad dalam seminar tenaga kependidikan agama Katolik di hotel taman sari, (27/05). Acara yang diadakan oleh penyelen...
Link Banner
Renungan
  • Hendaklah kalian bersikap jujur, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan membawa kepada surga. Tidaklah seorang bersikap jujur & selalu berbuat jujur hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yg jujur. Dan hendaklah kalian menjauhi sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan membawa kepada neraka. Dan tidaklah seorang berbuat dusta & selalu berdusta hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta. (HR. Bukhari)
  • Lukas 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat. Semestinya pemimpin yang ideal itu adalah: Pemimpin yang sepi ing pamrih rame ing gawe, mangayu-ayu hayuning bhawana (Tanpa pamrih untuk dirinya sendiri, bekerja keras untuk menyempurnakan dunia). Masyarakat anti korupsi semakin menyadari bahwa korupsi pada saat ini sudah mbalung sungsum dan membudaya. Untuk memberantasnya harus dilakukan revolusi mental, dimulai dari diri sendiri, apakah diri kita ini sudah bersih sama sekali dari niat korupsi walau cuma setitik. Kalu niat itu sudah hilang dan diri kita bebas dari niat tersebut maka memberantas korupsi merupakan keniscayaan sehingga pilar Budi Pekerti yang sudah runtuh itu secara perlahan tapi pasti, bisa ditegakkan kembali.
  • -
  • -
  • -
  • Galeri Video
    FAQ
    Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 3.198199 detik
    Diakses dari alamat : 10.1.7.240
    Jumlah pengunjung: 3019844
    Lihat versi mobile
    Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
    © Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.