Wakil Bupati Demak Resmikan IPAL di Yayasan Islam Taqwiyatul Wathon

Demak – Kepala Kemenag Demak, Ahmad Muhtadi, bersama Wakil Bupati Demak resmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk Yayasan Islam Taqwiyatul Wathon, Sumberejo Mranggen, Rabu (20/01/2022).

Tak seperti biasanya, pagi itu halaman  MTs dan MA Taqwiyatul Wathon Sumberejo Mranggen penuh berderet mobil berplat merah ataupun hitam. Dan nampak beberapa guru dan karyawan yang mengenakan seragam batik warna putih hitam berlogo PGSI itu sibuk menyiapkan segala sesuatu. Ini tentu tak lepas dari rencana kehadiran Wakil Bupati Demak, Ali Makhsun, di madrasah itu.

Nampak para pejabat terkait, baik dari Kabupaten maupun kecamatan, hadir di lokasi lebih awal. Begitupun Kapala Kemenag Demak yang diundang untuk ikut meresmikan bantuan IPAL serta bertugas sebagai pembaca doa, sampai di lokasi sebelum Wakil Bupati Demak tiba.

Begitu Wakil Bupati, Ketua DPRD serta Pejabat dari Kementerian Lingkungan Hidup RI tiba di lokasi, acarapun segera dimulai. Acara bertempat di salah satu ruang pertemuan milik Madrasah Aliyah yang letaknya tepat membelakangi bangunan IPAL yang hari itu akan diresmikan.

Usai laporan Nursalim, selaku ketua PGSI Demak sekaligus sebagai penyelenggara, Wakil Bupati Demak memberikan sambutan. Dalam sambutannya ia menyampaikan  tentang pentingnya penanganan air limbah yang baik. “Pengolahan air limbah yang tepat akan memberi dampak positif bagi lingkungan hidup masyarakat,  terutama bagi ketersediaan kebutuhan air bersih,” ujarnya.

“Saya mengucapkan terimakasih sekaligus mengapresiasi kepada PGSI yang dengan cerdas dan kreatif bersinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI dan Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Lingkungan Hidup, menyelenggarakan acara ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberi edukasi kepada segenap stakholder di lingkungan pendidikan akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat,” harapnya.

Sementara itu usai acara seremonial, kegiatanpun berlanjut dengan acara pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya penggunaan enam buah kamar toilet sebagai bagian dari bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah. Dan rangkaian kegiatan hari itupun diakhiri dengan penanaman pohon produktif serta pembuatan lubang resapan biopori secara simbolik oleh para pejabat di halaman depan madrasah.(msr/rf)