Sikapi Perbedaan Awal Ramadan dengan Bijak

Rembang – Kendati ada sebagian umat Islam yang menjalankan puasa berbeda dengan keputusan hasil siding isbat Kementrian Agama, akan tetapi tidak mengurangi suka cita dalam kebersamaan menyambut datangnya Ramadhan yang penuh berkah.

Fahrur Rohman, Penyuluh Agama Islam di Kemenag Rembang memberi tanggapan saat di temui Ahad pagi, 3/4/ 2022 di rumahnya desa Sumber kecamatan Sumber. Sekarang masyarakat kita sudah cerdas dalam mensikapi perbedaan, apalagi tentang awal Ramadhan yang sudah sering terjadi.

“Perbedaan itu indah dan menjadi sunnatullah. Apalagi masalah awal Ramadhan yang sudah diatur oleh syariat islam. Awal Ramadhan bisa di tentukan dengan cara hisab juga bisa dengan rukyatul hilal,” kata Fahrur.

Lebih lanjut dia menambahkan, negara sifatnya hanya mengatur cara beribadah saja dan memberi keamanan dan kenyamanan dalam menjalankannya. Juga memberi kebebasan kepada pemeluk agama untuk menjalankan syariat agamanya. “Sesuai bunyi ayat 2 pasal 29 UUD 1945. Maka dalam hal ini negara juga memberi kebebasan memilih awal Ramadhan, juga nanti saat hari raya tiba,” Kata Fahrur mengakhiri penjelasannya

Di tempat terpisah, kepala KUA Kaliori, Muhammad Ali Akhyar mengajak kepada umat Islam agar menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.

 “Puasa itu ibadah tradisional, artinya umat umat terdahulu sudah di wajibkan berpuasa,   sesuai firman Allah :

يا ايها الذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون.

Ayat ni juga memberi edukasi bahwa puasa adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah sebagai hamba yang bertakwa,”

Jelas Ali Akhyar.

Saat disinggung peran Penyuluh Agama dalam kegiatan Ramadhan, Akhyar menjelaskan, agenda kegiatan Ramadhan sudah dirapatkan sebelumnya. Kini saatnya menjalankan program tersebut, termasuk pesantren kilat di sekolah SD dan SMP juga pengajian di jama’ah desa binaan masing-masing.

“Alhamdulillah kami mempunyai Penyuluh Agama yang bisa melayani umat,” kata Ali Akhyar.(GusMan/iq/rf)