Kankemenag Sragen Minta Tokoh Muda Sragen Bentuk FKUB Muda

Sragen – Sebagai pelaksanaan salah satu program prioritas Kementerian Agama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen mengadakan Dialog Kerukunan Umat beragama. Dialog bertemakan Moderasi Beragama bagi Tokoh Muda Lintas Agama Kabupaten Sragen. Kegiatan dilaksanakan di RM Rosojoyo Sragen, Selasa, (21/06).

29 tokoh muda dari lintas ormas dan lintas agama tersebut antusias mengikuti acara dari awal sampai akhir. Mereka tergabung dalam GP. Ansor, Fatayat, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Pemudi MTA serta Pemuda Pemudi dari Kristen, Katolik, Hindu dan Budha. Kakankemenag Sragen, H. Ihsan Muhadi yang memberikan pengarahan menyampaikan 4 hal penting yang harus dimiliki para tokoh muda bangsa.

“4 hal yang harus kita miliki sebagai wujud penguatan moderasi beragama yakni komitmen kebangsaan, toleransi beragama, anti kekerasan dan adaptif terhadap budaya lokal,” kata Ihsan Muhadi.

Dalam kesempatan itu Ihsan Muhadi mendorong mendorong para pemuda untuk mengaktifkan Kembali Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Muda. “FKUB Muda yang pernah terbentuk silahkan diaktifkan kembali, kekosongan pimpinan karena Ketua FKUB Muda, mas Habib yang telah wafat mohon untuk dapat segera digantikan yang lain,” pesan Kakankemenag.

Usai pengarahan Kakankemenag Sragen, acara dilanjutkan dengan diskusi tentang moderasi beragama. Hadir 3 orang sebagai narasumber pemantik diskusi yaitu Suyana dari Polres Sragen, Sutrisna, Kepala Kesbangpol dan H. Mustaqim ketua FKUB Sragen.

Ketiga narasumber menjelaskan upaya peningkatan pemahaman moderasi beragama dan mewaspadai paham-paham yang berusaha merongrong kebhinekaan Bangsa Indonesia. Bahkan Suyana yang merupakan Kasat binmas Polres Sragen menyampaikan beberapa daerah di Sragen yang perlu diwaspadai hidupnya gerakan anti Pancasila dan anti NKRI serta perlu waspadanya simpul-simpul peredaran Miras dan Narkoba.

Pada sesi tanya jawab, Kristanto dari GP. Ansor meminta kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk menggiatkan gerakan moderasi beragama di sekolah-sekolah. Hal ini dilakukan agar pemahaman agama yang menyimpang tidak muncul pada generasi muda di sekolah.(ira/Sua)