Penyuluh Agama Islam Hadiri Kegiatan JMQH

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Rembang – Jam’iyah Mudaraaatil Qur’an Lil Hafizhat (JMQH) Kabupaten Rembang menyelenggarakan pertemuan 4 bulanan ke 3 di Masjid Jami’ Sarang Meduro Kec. Sarang, Ahad (11/6/2023).

Acara dihadiri Camat Sarang berserta jajanan Forkompincam, Penyuluh Agama KUA Sarang dan 403 hafizhat, dengan rangkaian acara khataman Al-Quran mencapai 42X khataman dan santunan yatama.

Ketua JMQH Kecamatan Sarang, Hj. Hamadah Ustuhri dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap semoga banyak berkahnya untuk bangsa tercinta ini. “Karena disadari atau tidak, keberadaan bangsa kita yang damai, aman dan penuh berkah ini salah satunya adalah berkahnya Al-Quran dan para penghafal Al-Quran”, jelasnya.

Sementara itu, Hj. Khoiriyah Arif dalam sambutan pengurus JMQH Kabupaten, mengingatkan bahwa para penghafal Al-Quran menjadi bagian dari keluarga Allah SWT, dengan bahasa hadist ahlullah. “Betapa mulianya para penghafal Al-Quran, hingga Rosulullah saw menganggapnya sebagai ahlullah atau bagian dari keluarga Allah. Karena para hafizhat lah yang dilibatkan Allah untuk menjaga kemurnian Al-Quran sebagai sumber hukum agama Islam,” pungkasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Binnur di Sulang ini juga mengajak semua anggota untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan JMQH, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, sebagai sarana silaturahmi sekaligus menggerakkan organisasi.
“Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi keluarga dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Di puncak acara pertemuan, Hj. Nawal Nur Arafah mengkaji kitab Tafsir Al Jalalain surat Al Isro ayat 2 – 7. Istri wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin Maimun itu mengajak semua yang hadir agar selalu berbuat baik kepada siapapun. Termasuk kepada orang yang berbuat salah kepada kita. “Sebagai orang qurani, hendaklah kita bisa mengimplementasikan ajaran-ajaran AlQur’an dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Di tambahkan, seperti halnya Nabi Zakaria as tidak membalas kejahatan, ketika Bani Isroil berbuat dholim kepadanya. “Akan tetapi Alloh mengutus Jaluth dan bala tentaranya untuk memerangi dan melawan kedholiman kaum Bani Israel,” pungkasnya.

Anggota JMQH yang juga Penyuluh Agama Islam KUA Pamotan Sri Setyoningsih sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari acara JMQH ini. “Alhamdulillah, sejak pagi sebagai petugas registrasi bisa berjalan dengan lancar. Semoga pertemuan ini membawa berkah untuk kita semua,” Jelas PAH KUA Pamotan.
(Gus Man/Tia/iq/rf)